Ia adalah sedikit dari orang Amerika yang peduli pada tragedi kemanusiaan di Palestina. Saat itu, 16 Maret 2003, ia berdiri di depan buldoser Israel. Ia berusaha mencegah penghancuran rumah, tempat tinggal keluarga Samir Nasrallah.
Tubuh Rachel yang berlutut di depannya tak dihiraukan. Sang sopir juga abai terhadap teriakan para warga yang disuarakan lewat megafon. Dan rangka Rachel akhirnya remuk dilindas buldoser itu. Ia menghembuskan nafasnya di Rumah Sakit Najar.



semoga ketulusanmu yg mengharumkan namamu di dunia dan akhiratmu.
sampai berapa banyak Rachel yg dibutuhkan demi pembebasan palestina, wallahu a’lam.
Terimakasih Corrie, karena engkau telah mengajari kami akan arti cinta. Semoga engkau disambut hangat oleh Sang Maha Mencintai.
ya ALLAH……kami udah tak kuat melihat ini semua…
AJJALALLAHU FARAJAHUS SYARIF….
Namamu akan selalu di kenang wahai Rachel
oleh bangsa palestina dan umat Islam
akan perjuangan kemanusiaanmu!
Kamu lebih mulya dari pemimpin arab mulai saudi sampai maroko yang hanya bersilat lidah dan berpura-pura membelah palestina
padahal mereka penghianat bangsa palestina yang berpura-pura menentang israel padahal mereka adalah antek zionis
…tiada keabadian yg kau dapatkan melaikan di surga…..for racchel