Selasa pagi, Iran digemparkan oleh berita terbunuhnya seorang ahli nuklir dalam sebuah insiden ledakan bom di dekat rumahnya. Dia adalah Dr Masoud Ali-Mohammadi. Ali-Mohammadi meraih gelar sarjana di bidang fisika dari Universitas Shiraz. Sepanjang masa studinya di universitas tersebut ia terlibat secara aktif di Asosiasi Mahasiswa Islam.
Ketika perang meletus, Ali-Mohammadi bekerjasama dengan Sepah-e Pasdaran (Pasukan Garda Revolusi Islam) sampai tahun 2003. Dia melanjutkan studinya di bidang fisika dan berhasil merampungkan studi pasca sarjana dan doktoralnya di Universitas Industri Sharif, Tehran.
Menurut penuturan Sayyid Mohammad Kazem Manzurul Ajdad, salah seorang murid terdekatnya, “Dr Masoud Ali-Mohammadi adalah figur yang sangat menghargai waktu. Beliau selalu datang ke kelas tepat waktu. Kuliah beliau termasuk kuliah yang padat peserta. Bagi para mahasiswa, kuliah yang disampaikan oleh Dr Ali-Mohammadi sangat menarik dan bermanfaat.”
Manzurul Ajdad menambahkan, “Dr Ali-Mohammadi mengajar pembahasan Quantum secara mendalam. Beliau adalah dosen yang sangat menonjol dan dihormati bukan hanya oleh murid-muridnya tetapi juga oleh semua mahasiswa yang mengenalnya.”
Menurut penurutan Manzurul Ajdad, Dr Ali-Mohammadi pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Fisika Universitas Tehran.
Dua tahun lalu, pakar nuklir ini mendapat penghargaan pada festival ilmiah internasional Kharazmi.
Dr Moasud Ali-Mohammadi selain dikenal sebagai ilmuan menonjol juga dipandang karena loyalitasnya yang tinggi kepada pemerintahan Republik Islam dan kepemimpinan Wali Faqih. Pekan lalu dalam sebuah pertemuan dengan para aktivitis mahasiswa Universitas Shiraz, beliau menyebut loyalitas kepada Wali Faqih dan pemerintahan Islam sebagai prioritas kewajiban. (irib)
…..membuktikan bahwa ISLAM ADALAH DEVENSIFE dan menyerang demi membela diri….
http://kelompokdiskusi.multiply.com/notes/item/807
ada pepatah : MATI SATU TUMBUH SERIBU itulah kata yg tepat untuk syahid Ali Muhammadi.
innalillahi wa inna ilaihi rajiun…
Bukti bahwa kekuatan arogan dunia mulai kehabisan cara sampai2 keluar dari kebijakan2 pencitraan yang merupakan pola politik mereka selama ini. Saat ini adalah mulai hitung mundur kehancuran Israel sejak masa puncak mereka di Yomkippur. Sekaligus saat hitung mundur pula kehadiran Shahibaz Zaman Al-Mahdi Ya Mahdi Adrikni!
Teror picisan yang dilakukan israel, tak lain adalah bukti keputusasaan menghadapi kemegahan Iran. Israel tdk terlalu pandai membaca Iran, bukannya menebar teror dan ketakutan, mereka malah menyulut api di setiap dada pecinta kesyahidan Aba Abdillah as.
Innalillahi wa innalillahi rojiun…
Semoga Allah akan menyuburkan ilmuwan-ilmuwan Nuklir di Iran.
Amin…
Innalillahi wa innailaihi rojiun
Semoga cukup sampai di situ ilmuan yang dibunuh Mossad.