Darah Kalahkan Pedang

Sejak aktif memuat berita dan artikel seputar agresi Israel atas Gaza, jumlah pengunjungnya melonjak dari rata-rata 1000 sehari menjadi rata-rata 3000 sehari. Puji Tuhan, ternyata blog yang merupakan situs gratisan bisa menjadi sarana dakwah dan pencerahan.

Tapi, di tengah kegembiraan ini, ada yang menyedihkan. Hampir setiap hari comment-comment bodoh dari segelintir “zionis mini” mulai datang menyerbu dengan tulisan bernada mencaci, bahkan mengancam.

Mungkin mereka termakan oleh media pro Israel dan Imperialisme AS sehingga beranggapan bahwa serangan Israel atas Gaza yang menelan korban wafat 950 orang lebih itu (30% bayi dan remaja) merupakan reaksi dari serangan roket Hamas terhadap Israel.

Boleh jadi, karena kekurangan data, mereka tidak tahu bahwa serangan roket-roket sederhana (sebagian besar buatan sendiri) itu merupakan reaksi dari blokade Israel atas darat, udara dan laut Gaza selama lebih dari 2 tahun.

Ada pula yang menolak bersimpati karena pemahaman nasionalisme yang melenceng seraya beranggapan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu ikut demo untuk menunjukkan solidaritas dengan apologi bahwa negara kira sedang mengalami banyak masalah, dan karena Gaza adalah masalah negara lain dan bangsa lain, antara Israel dan Arab.

Nasionalisme sejati mengharuskan cinta pada kebebasan dan solidaritas dengan semua bangsa yang direbut kedaulatannya. Nasionalisme sejati adalah cinta Tanah Air dan cinta bangsa, cinta umat manusia.

Aksi pembantaian Israel adalah isu kemanusiaan, bukan khusus bagi sebuah agama atau ras. Karena itu demonstrasi pro Gaza tidak hanya terjadi di negara Islam, namun melanda seluruh dunia, di Eropa dan Amerika Latin, bahkan kaum yahudi anti Zionisme juga melakukan unjuk rasa di Tel Aviv.

Lebih dari itu, negara-negara Islam dan negara-negara Arab, juga negara-negara dunia ketiga adalah mitra bangsa Indonesia di forum-forum OKI, ASEAN, ASIA-AFRIKA, NON BLOK dan PBB. Sebagai contoh, bangsa Iran adalah bangsa yang sangat cinta jatidirinya dan bangga memiliki sejarah peradaban panjang dan gemilang. Namun dengan semua kebanggaan etnik, geografis, historis dan bahasanya, bangsa Iran menunjukkan semangat mandiri dalam segala bidang. Nasionalisme tetap dipertahankan tapi kepedulian dan dukungan kepada perjuangan anti hegemoni AS tetap diperlihatkan. Karena itu, Iran yang Islam mau bersekutu dengan Venezuela, Bolivia, Brasil, Kuba dan negara-negara Kristen anti hegemoni AS di Amerika Latin.

Jadi, persoalannya bukan Islam dan Arab, tapi zionisme, imperialisme, dan rasialisme. Jadi, nasionalisme tidak berarti anti terhadap nation lain juga tidak berarti tidak bersimpati kepada derita bangsa lain. Saat bangsa Indonesia mengalami bencana tsunami, hampir setiap nation di dunia bersimpati dan memberikan sumbangan.

Isu yang penting adalah pendudukan dan penjajahan, bukan sekedar perang. Ia bahkan bukan perang, tapi sebuah genosida.

Rupanya hati para budak zionis ini tidak sedikitpun tersayat saat melihat gambar dan tayangan-tayangan anak-anak yang tertimbun di bawah reruntuhan, luka-luka bahkan kedua mata karena senjata fosfor yang ditaburkan oleh pesawat-pesawat Israel.

Di luar itu semua, reaksi bangsa Indonesia, baik Muslim maupun non Muslim terhadap aksi pembantaian Israel di Gaza sangat mengharukan. Di Sukabumi, demi menunjukkan solidaritas dan simpati kepada anak-anak di Gaza, mengadakan lomba lempar foto Bush dan Olmert dengan tomat. Bangsa ini adalah kumpulan dari insan-insan yang tak rela hidup tanpa empati, sayang dan peduli kepada sesama. Sedangkan para zionis-zionis mini tidak lebih dari limbah-limbah.

Para pecinta damai dan kebebasan mesti yakin, bahwa ketangguhan dan cinta kebebasan dan doa bocah-bocah di seluruh dunia, termasuk Indonesia bisa mengalahkan pasukan Israel dcengan senjata-senjatanya yang canggih. Karbala pada 60 hijriah silam menjadi bukti bahwa darah bisa mengalahkan pedang. Mampus zionis!(adilnews)

0 thoughts on “Darah Kalahkan Pedang

  1. mereka juga masuk ke email saya dan kirimkan doktrin2 murahan yang hina dina, pernah sehari dapat 8 pesan dari namanya ganti2 tapi semua nama depannya ben…bendupa, benslamet etc…saya delete aja tak ada guna ngejabanin jongos2 itu, tapi pas mau delete yang terakhir penasaran juga, pas dibaca emang …. kampungan abissss lah, amoral dan ‘uncivilized’…tapi jadi paham model2 lutfi dan ulil gitu bisa menjadi demikiaan…doktrin hamas meroket ke israel dan menjadi ancaman bangsa israel…itu terus yang di dengung2kan, ampe bosan…emang otak kerdil. Mampus zionis!!!

  2. Zionis Mini mirip Rok Mini
    Suka2nya Mengumbar Seksi
    Dipakai mereka2 yang kurang percaya diri
    Dalam ajang2 eksebisi
    Sudahlah, lama2 juga gak bakalan laku lagi
    Toh namanya Zionis Mini, pasti otaknya juga Mini

  3. wah, samaaa…! blog saya juga dpt komen2 caci maki dari para pendukung zionis.. ada malah yg akhirnya melebar kemana-mana, bawa2 hadis nabi yg ga jelas.. entah tujuannya apa..mau melemahkan mental saya kali ya.. pdhl..emangnya gue pikirin, setiap org itu komen, langsung saya delete tanpa dibaca!

  4. ass.wr.wb
    zionis udah ada dari jaman nabi,kita akan perang dimana saja kapan saja.seperti semboyan nya tiap hari ASSURO tiap tanah KARBALLA.be ready to fight until the end.

  5. Salute ustadz.. Inilah goresan pena bak pedang zulfikar yg tengah2 menari nari diantara deru debu peperangan hunain. tajam,menyilaukan,dan membunuh.ketika tulisan antum menyerang kaum zion ada kepuasan krna mengena dan tepat sasaran,tpi ketka membca tulisan antum yg menyerang saudara se iman.ada penyeselan krn pedang itu salah sasaran.wal afu minkum

    ML:Terimakasih telah memberikan comment kritis. Tapi posting bertajuk Alkisut masuk ke blog ini, demi Allah, tidak untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Saya telah melewati masa puber hits, karena blog ini dibuat tidak untuk memenuhi selera orang, tapi semata-mata karena idealisme.

    Tentang posting Alkisut, demi Allah lagi, tidak ada di baliknya tujuan menyerang figur Habib atau siapapun. Mohon anda kasihani saya dengan tidak terus-menerus mengalihkan persoalannya pada figur apalagi generalisasi. Sama sekali tidak. Yakinlah, pengelola blog ini juga kapan saja bisa mengerek bendera “habib” sebagaimana banyak yang bisa berbuat begitu. Alkisut ditulis oleh seseorang yang merasa akidah yang dibangun dalam dirinya dan tokoh-tokoh yang sangat dihormatinya, telah dihina dan dizalimi secara sadis dan biadab. Mohon anda sedikit berempati. Sekali lagi tidak ada rencana kemarin dan besok untuk menjelekkan habib, kyai atau siapapun. Mohon maaf atas tanggapan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>