Hitam

dewi

mencabut setangkai panah

hitam

mengusap darah

bagai petani

memetik

menuai padi

 

dewi

memeluk jasad merah

hitam

beriring rintih

bagai himne

meranggas

mengejar sepi

 

dewi

mencium tanah nainawa

hitam

menangis sedih

bagai gembel

mengggigil

menunggu pagi

 

dewi

memakai kain kerudung

hitam

melambai lirih

bagai ombak

menggeliat

mencapai tepi

 

dewi

menarik lonceng kematian

hitam

mengantar kasih

bagai halilintar

menyambar

memecah mimpi

 

dewi

membaca sekuntum syair

hitam

meratapi cinta

bagai buhulan

memudar

menjauhi mentari

 

dewi

memetik sitar tembang

hitam

mengalun pedih

bagai gerimis

menetes

menusuk pori

 

dewi

merajut samudera pasir

hitam

melabuhkan buih

bagai seniman

melukis

memahat jati

Terma pencarian yang masuk:

7 thoughts on “Hitam

  1. tangisan sang dewi tangisan abadi

    rintihhan sang dewi tiada henti

    mawar kuning keemasan

    berubah
    merah…………

    berlumur darah
    pangkuan sang dewi

    dulu wangi kasturi
    pangkuan sang dewi

    kini penuh darah sosok suci

  2. Wahai hitam…
    Mampukah kau rengkuh “hitam” ini
    tanpa memerah darah kehidupan

    Wahai hitam…
    Bisakah kau reguk “hitam” ini
    tanpa mencair menjadi air yang segar

    Wahai hitam…
    Mungkinkah kau emban “hitam” ini
    tanpa menjadi putih yang terang menyilaukan

    “Hitam” ini begitu legam karena dahsyatnya sinar yang dikandungnya, karena tunaknya gaya yang diembannya, karena rambangnya misteri yang dipikulnya…

    (Maaf lancang, tak mampu menanggung ledakan apresiasi. Semoga tak jauh melenceng.)

  3. Aku masih mencoba mengingat-ingat kamu…engkau yang seperti aku kenal di antara celah-celah mentari, bintang dan rembulan itu…
    aku masih lupa siapa kamu…
    Aku belum kembali pada ingatanku tentang namamu…..

    Ku cari namamu di mana-mana tak kutemui ada yang menyebut namamu
    Aku datangi buku-buku tua penutur kisah-kisah lama…merekapun tak tahu namamu
    Kekalutan semakin menggelayutiku…
    Aku ingin tahu siapa kamu, siapa namamu…….

    aku tak dapat, sungguh aku tak mampu…..
    Aku hanya mampu memandangmu….
    Kaupun masih tampak enggan sebut namamu..mengenalkan dirimu padamu
    Sungguh aku ingin tahu kamu….
    Aku sungguh..bersungguh..sungguh dengan niatku…
    Kau tetap membisu…kamu tetap membisu…membuatku kalu..membuatku sendu….
    Aku hanya melihatmu….kau selalu bersamaku…..hanya itu…ya..hanya itu ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>