Dede Azwar Nurmansyah adalah salah satu intelektual muda yang, menurut saya, mengungguli banyak nama intelektual yang sering nongol di teleivisi dan koran. Namun karena idealisme dan tidak adanya lembaga yang mensupportnya, ia seperti terkurung di kota Bogor. Analisis-analisisnya terutama dalam studi budaya dan filsafat kontemporer boleh dicoba.
Nah, sarjana filsafat dari ICAS ini, beberapa waktu lalu diserempet sepeda motor yang dilanjukan anak muda. Demi menghindari mobil di depannya, ia pun harus melakukan penyelamatan. Ia pun mengalami cedera di beberapa bagian tubuhnya Tapi, yang memilukan, separuh wajah tampannya hilang hilang disapu aspal.
Karena pengendara motor itu anak orang tak mampu, penggila Martin Heidegger dan Mulla Sadra ini hanya pasrah. Saking mengerikan wajahnya, putrinya pun takut melihatnya.
Semoga musibah ini tidak membuatnya makin mengurung diri, sebaliknya menjadi awal kemunculan Dede di kancah nasional.
Saat kutanya, berapa biaya pengobatannya, dia hanya diam seakan kehilangan diksi. Meski hanya lewat ponsel, aku tahu napasnya tersekat.
semoga kang Dede cepet sembuh…
ah, musibah ibarat tamu yg rajin berkunjung saat ini..
semoga dengannya kita makin dekat dgn keikhlasan…amin
Ya Allah, jadikan sakit fisik Dede sebagai kesembuhan abadi baginya! Semoga cepat sembuh sahabatku…
turut berduka cita……………………………..sohib bandung.
Sng diberi kesabaran atas musibah yg dialami dibalik musibah pasti ada hikmahnya………..
Jazakumullah atas doa dan motivasi semua pihak. Kesembuhan ana dalam tempo segera tak lain berkat doa tulus antum semua. Wabilkhusus buat abang sekaligus guru saya, pemilik blog ini yang rela susah payah mewartakan kecelakaan kecil yang saya alami–akramakumullah–sekalipun sebagian isinya jauh dari sosok saya yang sejujurnya bukan apa-apa.