<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ISLAMPROTES - ISLAMPROLETAR</title>
	<atom:link href="http://www.muhsinlabib.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhsinlabib.com</link>
	<description>‘LEBIH BAIK NULIS NGAWUR DARIPADA BICARA SENDIRI’</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 07:20:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://www.muhsinlabib.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Situs ini Akan Kembali Aktif</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/situs-ini-akan-kembali-aktif</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/situs-ini-akan-kembali-aktif#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 07:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MuhsinLabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belum Dikategorikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhsinlabib.com/?p=9031</guid>
		<description><![CDATA[Salam Setelah sekian lama &#8220;mati suri&#8221;, insya Allah saya akan mengurusi situs ini lagi secara intens. Mohon masukan dan saran konsktutif. &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam</p>
<p>Setelah sekian lama &#8220;mati suri&#8221;, insya Allah saya akan mengurusi situs ini lagi secara intens. Mohon masukan dan saran konsktutif.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/situs-ini-akan-kembali-aktif/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fikih Social Network</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/fikih-social-network</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/fikih-social-network#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 07:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MuhsinLabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belum Dikategorikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhsinlabib.com/?p=9026</guid>
		<description><![CDATA[Jejaring sosial atau jaringan sosial merupakan struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain. Bahkan analisis jaringan sosial memandang hubungan &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/fikih-social-network">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejaring sosial atau jaringan sosial merupakan struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain.<span id="more-9026"></span></strong></p>
<p><strong>Bahkan analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul merupakan aktor individu dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Kemungkinan terdapat banyak jenis ikatan antar-simpul. Penelitian dalam berbagai bidang akademik menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, serta memegang peran penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta tingkat keberhasilan individu dalam mencapai tujuan. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu.</strong></p>
<p><strong>Jejaring sosial bukan hanya bersifat kongkret dan riil, melainkan juga, sesuai perkembangan teknologi dan industri komunikasi, berbentuk virtual. Berikut adalah bentuk jejaring sosial yang terbentuk di dunia maya, ditinjau dari perspektif fikih:</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Chatting</strong></p>
<p><strong>Berbincang dengan lawan jenis, baik via telepon maupun internet, pada dasarnya diperbolehkan, kecuali:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Topik percakapan mengarah pada sesuatu yang diharamkan.</strong></li>
<li><strong>Cara bicara dan bahasa yang digunakan pihak pria maupun wanita mengundang hasrat libido kecuali bila terikat oleh ikatan nikah yang sah.</strong></li>
<li><strong>Pihak wanita tidak menutupi auratnya secara sempurna atau sengaja melakukam gerak tubuh yang mengundang hasrat libido bila menggunakan kamera jejaring (<em>web-cam</em>).</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Upload (Mengunggah) dan Mendownload Foto</strong></p>
<p><strong>Wanita dan pria diperbolehkan mengunggah foto dan memublikasikannya di laman jejaring sosial dan situs bila:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Foto itu menutupi aurat.</strong></li>
<li><strong>Foto itu tidak mengundang hasrat libido pria atau wanita non-muhrim.</strong></li>
<li><strong>Foto itu tidak berakibat buruk bagi jiwa dan kehormatan pengunggah maupun pengaksesnya.</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Menulis Status,  Note, dan Komentar</strong></p>
<p><strong>Interaksi virtual di dunia internet, terutama di jejaring sosial, sangat banyak, antara lain:</strong></p>
<ul>
<li><strong><em>Update</em> status; menulis apapun yang terlintas di benak member di sebuah situs jejaring sosial sekaitan dengan masalah pribadi, kutipan kata-kata bijak, pemberitahuan, dan sebagainya, dalam kolom yang jumlah karakter hurufnya sangat terbatas.</strong></li>
<li><strong>Memublikasi catatan; menulis apa saja yang dianggap perlu dan layak bagi penulisnya untuk dibaca teman sesama anggota atau pengunjung.</strong></li>
<li><strong>Berkomentar; tulisan yang dikirim teman sebagai respon terhadap isi status dan catatan, baik mendukung maupun membantah. Acapkali isi status dan catatan menjadi tema yang mengundang diskusi seru, bahkan perdebatan yang melampaui batas-batas persahabatan.</strong></li>
<li><strong>Memberikan tanda jempol, simbol suka (<em>like</em>) maupun tidak suka (<em>unlike</em>) terhadap <em>note</em> dan status; respon simbolik pertanda setuju atau tidak setuju terhadap isi status dan <em>note</em> sesama teman.</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Semua aksi virtual di internet, seperti update status, menyebarkan catatan, mengomentari, dan mendukung atau tidak mendukung secata simbolik,  diperbolehkan, selama:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Hal-hal yang ditulis tidak merugikan Islam dan umat Islam.</strong></li>
<li><strong>Hal-hal yang ditulis tidak merugikan sesama manusia.</strong></li>
<li><strong>Hal-hal yang ditulis adalah benar, terbebas dari unsur fitnah dan dusta.</strong></li>
<li><strong>Hal-hal yang ditulis, meski benar, tidak menimbulkan akibat-akibat buruk bagi persatuan dan kerukunan umat.</strong></li>
<li><strong>Hal-hal yang ditulis tidak memuat perkara yang melanggar aturan hukum dan etika. (Disalin dari buku FIKIH LIFESTYLE, Tinta, <a href="http://www.tintapublisher.com/">www.tintapublisher.com</a>)</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/uncategorized/fikih-social-network/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia akan Abstain Soal Sanksi atas Iran</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/news/indonesia-akan-abstain-soal-sanksi-atas-iran</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/news/indonesia-akan-abstain-soal-sanksi-atas-iran#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 15:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2008/03/03/indonesia-akan-abstain-soal-sanksi-atas-iran/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia dan Libya mengancam akan mengambil posisi abstain dalam voting Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) atas program nuklir Iran. Duta Besar Republik Indonesia di PBB, Marty Natalegawa, mengatakan Indonesia mempertanyakan apakah sanksi merupakan solusi yang paling masuk akal pada &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/news/indonesia-akan-abstain-soal-sanksi-atas-iran">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> dan Libya mengancam akan mengambil posisi abstain dalam voting Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) atas program nuklir Iran. Duta Besar Republik Indonesia di PBB, Marty Natalegawa, mengatakan Indonesia mempertanyakan apakah sanksi merupakan solusi yang paling masuk akal pada saat ini.</span><span id="more-1243"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Kristiarto Legowo, mengatakan Indonesia masih diyakinkan terlebih dahulu apakah memang pemberian sanksi itu timing-nya tepat. &#8221;Karena dilihat dari laporan terakhir IAEA kami mencatat hal positif,&#8221; katanya di Jakarta, Jumat. Di sisi lain, kata Kristiarto,  Indonesia juga masih perlu diyakinkan apakah sanksi itu memang produktif. Jadi mungkin lebih baik diperlukan penyelesaian isu nuklir Iran itu melalui jalan dialog. &#8221;Mungkin perlu dilanjutkan upaya dialog dalam penyelesain isu ini,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Iran</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> tetap bersikeras bahwa program nuklir mereka untuk kepentingan damai. Iran beralasan energi nuklir dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik 60 juta rakyatnya. Sebaliknya AS dan sekutunya mencurigai Iran menyelewengkan program nuklir untuk kepentingan militer. AS mengatakan dengan deposit minyak bumi dan gas yang cukup, Iran tidak membutuhkan energi nuklir. Tuduhan ini dibalas Iran dengan mengatakan mereka akan melakukan penghematan besar-besaran dan diversifivikasi energi jika memanfaatkan energi nuklir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki mengatakan, apa yang dituduhkan DK atas program nuklir Iran adalah &#8221;sebuah tuduhan tak berdasar.&#8221; Sebelumnya Duta Besar Iran di PBB, Mohammad Khazaee, mengatakan setiap sanksi yang dijatuhkan DK hanya akan mengurangi kredibilitas IAEA. [icc-jakarta]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/news/indonesia-akan-abstain-soal-sanksi-atas-iran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uhuy! SBY dan JK Akan Hadiri Pesta Angel Karamoy</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/ada-ada-aja/uhuy-sby-dan-jk-akan-hadiri-pesta-angel-karamoy</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/ada-ada-aja/uhuy-sby-dan-jk-akan-hadiri-pesta-angel-karamoy#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ada-ada aja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2008/01/25/uhuy-sby-dan-jk-akan-hadiri-pesta-angel-karamoy/</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah keprihatinan nasional akibat melonjaknya harga kedelai yang merupakan bahan utama &#8216;makanan nasional&#8217;, tempe, kita masih bisa menikmati sebuah berita &#8216;hiburan&#8217;.   Detikhot melaporkan, SBY dan JK memastikan diri hadir di pernikahan artis Angel Karamoy dan Steven Rumangkang.   &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/ada-ada-aja/uhuy-sby-dan-jk-akan-hadiri-pesta-angel-karamoy">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Di tengah keprihatinan nasional akibat melonjaknya harga kedelai yang merupakan bahan utama &#8216;makanan nasional&#8217;, tempe, kita masih bisa menikmati sebuah berita &#8216;hiburan&#8217;.</span><span id="more-1026"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Detikhot melaporkan, SBY dan JK memastikan diri hadir di pernikahan artis Angel Karamoy dan Steven Rumangkang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Gedung</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> Jakarta Convention Center</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"><span>  </span>yang menjadi tempat resepsi pernikahan pasangan artis itu pun mulai disterilkan<span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Lucunya lagi, meski Indonesia adalah negara tropis, tema resepsi glamour itu bertema &#8216;Winter of Love&#8217;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Lucu ga ya? <span> </span></span></p>
<h4>Terma pencarian yang masuk:</h4><ul><li><a href="http://www.muhsinlabib.com/ada-ada-aja/uhuy-sby-dan-jk-akan-hadiri-pesta-angel-karamoy" title="uhuy">uhuy</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/ada-ada-aja/uhuy-sby-dan-jk-akan-hadiri-pesta-angel-karamoy/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malaysia Tuding Media RI Tanamkan Kebencian</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/news/malaysia-tuding-media-ri-tanamkan-kebencian</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/news/malaysia-tuding-media-ri-tanamkan-kebencian#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 15:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2007/10/25/malaysia-tuding-media-ri-tanamkan-kebencian/</guid>
		<description><![CDATA[Media massa di Indonesia dituding menanamkan rasa kebencian publik terhadap Malaysia. Tudingan ini dilontarkan Datuk Dr Rahman Ismail, anggota parlemen Malaysia. Karena itu, Rahman mendesak Kerajaan Malaysia mengambil tindakan segera untuk menghentikan itu. Bagi menyekat tindakan media Indonesia menanamkan rasa &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/news/malaysia-tuding-media-ri-tanamkan-kebencian">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Media massa di Indonesia dituding menanamkan rasa kebencian publik terhadap Malaysia. Tudingan ini dilontarkan Datuk Dr Rahman Ismail, anggota parlemen Malaysia.</span><span id="more-619"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Karena itu, Rahman mendesak Kerajaan Malaysia mengambil tindakan segera untuk menghentikan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bagi menyekat tindakan media Indonesia menanamkan rasa benci di dalam hati rakyat negara itu terhadap Malaysia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Rahman Ismail berkata, media Indonesia membesar-besarkan pelbagai isu kecil yang terjadi, seolah-olah Kerajaan serta rakyat Malaysia menindas rakyat Indonesia yang bekerja di Negeri Para Datuk itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Tindakan media Indonesia yang memutarbelitkan fakta menyebabkan rakyat Indonesia mengadakan tunjuk perasaan di hadapan Kedutaan Malaysia di Jakarta walaupun isu itu hanya perkara kecil,&#8221; ujar dia dalam Bahasa Melayu, seperti dilansir utusan online, Rabu (24/10/2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Ini kerana media Indonesia menanamkan rasa benci di kalangan rakyat negara berkenaan terhadap Malaysia,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kata dia, kalau persoalan ini tidak ditangani segera, dia mengkhawatirkan keadaan di masa mendatang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Walaupun hubungan di antara para pemimpin kedua-dua negara adalah baik tetapi di peringkat rakyat ia tidak baik&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Ahli-ahli (anggota) parlimen Indonesia pula melihat Malaysia sebagai sebuah negara yang sombong serta bongkak dan mereka sering menyatakan sekiranya tidak ada pekerja rakyat negara itu, tidak akan ada Menara Berkembar Petronas dan Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA),&#8221; katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Sehubungan dengan persoalan itu, Rahman mencetuskan adanya aktivitas bersama kedua negara. Selain itu, anggota parlemen kedua negara perlu sering bertemu untuk mempererat hubungan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Mungkin ahli-ahli Parlimen kedua-dua buah negara boleh mengadakan pertemuan sebanyak enam kali setahun untuk meningkatkan hubungan kedua-dua buah negara,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Sementara itu, Jimmy Donald, anggota parlemen Malaysia yang lain, mengatakan rakyat Indonesia tidak suka dipanggil dengan sebutan &#8216;mat indon&#8217;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Namun Jimmy mengatakan, tidak ada niatan buruk di balik panggilan. Dia juga mengatakan perlunya penjelasan kepada rakyat Indonesia tentang panggilan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Mungkin kita perlu cari panggilan yang mereka suka dan tidak lagi menggunakan panggilan &#8216;mat indon&#8217;,&#8221; katanya. (okezone)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/news/malaysia-tuding-media-ri-tanamkan-kebencian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Berfilsafat?</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/kajian/tuhan-berfilsafat</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/kajian/tuhan-berfilsafat#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 03:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[*Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2007/06/01/tuhan-berfilsafat/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ayat-ayat Al-Qur’an dapat diperlakukan sebagai premis-premis dan teks-teks semata yang harus tunduk pada standar validitas dalam logika? Apakah Al-Qur’an menganjurkan kita untuk ‘percaya bahwa’? Apakah Al-Qur’an memuat argumentasi tentang keberadaan Tuhan, Sang kausa Prima ataukah tidak? &#160; Ada beberapa &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/kajian/tuhan-berfilsafat">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Apakah ayat-ayat Al-Qur’an dapat diperlakukan sebagai premis-premis dan teks-teks semata yang harus tunduk pada standar validitas dalam logika? Apakah Al-Qur’an menganjurkan kita untuk ‘percaya bahwa’? Apakah Al-Qur’an memuat argumentasi tentang keberadaan Tuhan, Sang kausa Prima ataukah tidak? </span></p>
<p><span id="more-117"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> beberapa pendapat dan jawaban atas pertanyaan di atas. Pertama, bahwa dalam Al-Qur’an tidak terdapat ayat yang memuat argumentasi rasional akan keberadaan Tuhan karena keberadaan-Nya sangat jelas dan fitri. Kedua, meski keberadaan Tuhan bersifat fitri, namun terdapat beberapa ayat al-Qur’an yang menjelaskannya. Muthahhari berkata: “Jika kita keberatan untuk mengakui bahwa keyakinan akan keberadaan Tuhan merupakan bagian lainnya dari fitrah atau naluri, maka paling tidak kita harus mengakui bahwa kekhawatiran akan keberadaan Tuhan dan pertanyaan tentang hal itu adalah masalah yang bersifat fitri.<a href="#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[1]</span><!--[endif]--></span></a> Ketiga, karena pembuktian keberadaan Tuhan dalam Al-Qur’an meniscayakan siklus (daur), sebagaimana ditetapkan dalam kaidah logika. Keempat, al-Qur’an tidak menyinggung masalah keberadaan Tuhan karena ia adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan telah mengimaninya. Kelima,<span>  </span>dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang mengandung pembuktian rasional tentang keberadaan Tuhan<a href="#_ftn2" title="_ftnref2" name="_ftnref2"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[2]</span><!--[endif]--></span></a>.<span>  </span>Menurut Syahristani, karena wujud Tuhan bersifat fitri (inheren), maka yang diperintahkan dan dijadikan sebagai taklif adalah mengenal keesaan (mengesakanNya) dan menghapuskan syirik (politeisme)<a href="#_ftn3" title="_ftnref3" name="_ftnref3"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[3]</span><!--[endif]--></span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span>                </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ayat-ayat Ontologis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Salah satu ayat yang dianggap memuat argumentasi ontologis tentang wujud Allah<span>  </span>adalah firman Allah: </span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">ام خلقوا من غير شي ام هم الخالقون </span><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span dir="ltr"></span><span> </span>(Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri)<a href="#_ftn4" title="_ftnref4" name="_ftnref4"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[4]</span><!--[endif]--></span></a>”. Menurut Al-Fakhr Al-Razi, dalam ayat ini, ada satu kalimat introgatif yang asumtif (muqaddar),<span>  </span>yaitu “ama khuliqu” (tidakkah mereka diciptakan?) sebelum “apakah mereka diciptakan dari selain sesuatu ataukah mereka adalah pencipta-pencipta”<a href="#_ftn5" title="_ftnref5" name="_ftnref5"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[5]</span><!--[endif]--></span></a>.<span>  </span>Pertanyaan<span>  </span>ini diajukan kepada orang-orang mendusktakan keesaan Allah.<span>  </span>Kata syay’,<span>  </span>menurut para filosof dan mutakallimin berarti sesuatu yang ada, karena ke-sesuatu-an (Asy-Syay’iyah, thingnes) identik dengan ke-ada-an atau keberadaan, sedangkan ke-tidak-sesuatuan atau la syay’iyah<a href="#_ftn6" title="_ftnref6" name="_ftnref6"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[6]</span><!--[endif]--></span></a> atau nothingnes berarti ketiadaan<a href="#_ftn7" title="_ftnref7" name="_ftnref7"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[7]</span><!--[endif]--></span></a>. “Adakah mereka diciptakan bukan dari dari sesuatu” berarti “Adakah mereka diciptakan oleh yang tiada (al-ma’dum)?” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Memang ayat ini tidak secara eksplisit membuktikan keberadaan Tuhan. Namun kita dapat menggali dari kandungan ayat yang bersifat introgatif ini sebuah argumentasi rasional. Yaitu bahwa keberadaan manusia dapat diasumsikan dalam salah satu dari tiga kemungkinan;<span>  </span>manusia muncul dengan sendirinya tanpa pencipta atau sebab pengada; manusia menciptakan dirinya sendiri; dan manusia diciptakan oleh selain dirinya.<span>  </span>Seandainya mereka beranggapan bahwa mereka tidak diciptakan, maka berarti mereka menolak kausalitas yang berujung pada penolakan terhadap eksistensi eksistensi mereka sendiri, atau mengangggap diri mereka sebagai pencipta. Bila mereka masing-masing adalah pencipta, maka berarti mereka telah ada sebelum ada. Ia harus ada karena menjadi pencipta, dan sekaligus tidak ada karena akan diciptakan. </span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span dir="ltr"></span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ayat-ayat seputar keesaan Tuhan dapat dibagi tiga: berdasarkan kandungan dan signifikansinya, menjadi dua tiga; pertama adalah ayat-ayat deskriptif atau informatif (al-ayât<span>  </span>al-bayâniyah, al-ayat At-tawshifiyah); kedua adalah ayat-ayat instruktif (al-ayat-At-taklifiyah); dan ketiga adalah ayat-ayat argumentatif (al-ayat al-istidlaliyah).<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> kalanya al-Qur’an menerangkan diri, keesaan, sifat-sifat dan perbuatan-perbuat Allah dalam bentuk keterangan, seperti “Tiada sesuatu yang menyerupainya”<a href="#_ftn8" title="_ftnref8" name="_ftnref8"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[8]</span><!--[endif]--></span></a>. Biasanya ayat-ayat yang berbentuk proposisi predikatif ini diletakkan pada bagian akhir rangkaian ayat, seperti </span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">والله سميع بصير </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">atau </span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">والله بما تعملون خبير</span><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span dir="ltr"></span> dan sebagainya. Ayat-ayat yang berbentuik proposisi predikatif ini sangat banyak, karena sebagian besar sasaran dakwah Nabi SAW adalah masyarakat awam yang menjadikan figur Nabi sebagai tolok ukur kebenaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> kalanya al-Qur’an menjadikan keesaan sebagai taklif , dalam bentuk perintah baik kepada Nabi ataupun<span>  </span>kepada masyarakat, seperti firman Allah dalam surah al-ikhlas, “Katakanlah bahwa Allah itu satu”.<span>  </span>Bentuk ayat yang berupa proposisi aktif ini tidaklah banyak, karena ia hanya berlaku bagi orang-orang yang telah mengimani keesaan Allah. Biasanya ayat-ayat demikian diawali dengan kata kerja perintah “katakanlah” (perintah), karena ditujukan kepada Nabi. Ada kalanya pula al-Qur’an memuat firman Allah yang dapat dijadikan sebagai argumentasi atas wujud,<span>  </span>keesaan dan sifat-sifat-Nya. Ayat-ayat argumentatif cukup banyak. Tapi hampir bisa disepakati bahwa ayat-ayat argumentatif tersebut berkenaan dengan keesaan Allah dan sifat-sifat-Nya.<a href="#_ftn9" title="_ftnref9" name="_ftnref9"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[9]</span><!--[endif]--></span></a>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Argumen-argumen keesaan Tuhan dalam al-Qur’an sangat beragam. Ada pula membagi argumentasi-argumentasi dalam al-Qur’an menjadi empat; argumentasi penciptaan dan kreasi (al-khalq wa al-ibda’), argumentasi keteraturan alam (al-nidham), argumentasi fitrah dan argumentasi rasional. <a href="#_ftn10" title="_ftnref10" name="_ftnref10"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[10]</span><!--[endif]--></span></a>.<span>  </span>Namun semuanya dapat diringkas menjadi dua kelompok; argumen kosmologis dan argumen antropologis.<span>  </span>Argumen-argumen kosmologis dalam al-Qur’an juga bermacam-macam; Terdapat sejumlah ayat yang berkenaan dengan makro-kosmos, seperti ayat-ayat sebagai berikut: <a href="#_ftn11" title="_ftnref11" name="_ftnref11"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[11]</span><!--[endif]--></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">خلق السموات بغير عمد ترونها , والقى فى الارض رواسى ان تميد بكم و بث فيها من كل دابة و انزلنا من السماء ماء فأنبتنا فيها من كل زوج كريم , هذا خلق الله فأرونى ماذا خلق الذين من دونه بل الظالمون فى ضلال مبين</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">الم تر ان الله انزل من السماء ماء فاخرجنا به ثمرات مختلفا الوانها ومن الجبال جدد بيض و حمر مختلف الوانها و غرابيب سود , ومن الناس و الدواب و الانعام مختلف الوانه كذلك انما يخشى الله نن عباده العلماء</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> banyak pula ayat-ayat yang menyinggung tema mikro-kosmos, seperti ayat-ayat sebagai berikut : <a href="#_ftn12" title="_ftnref12" name="_ftnref12"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[12]</span><!--[endif]--></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">اقرأ باسم ربك الذى خلق , خلق الانسان من علق</span><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span dir="ltr"></span>, </span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span dir="ltr"></span>“</span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;">هل اتى على الانسان حين من الدهر لم يكن شيئا مذكورا , انا خلقناه من نطفة امشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيرا&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl" style="font-size:10pt;"><span dir="rtl"></span>&#8220;ولئن سالتهم من خلقهم ليقولن الله&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dalam al-Qur’an terdapat banyak ayat argumentatif tentang keesaan (al-wahdaniyah) Tuhan. Salah satunya adalah firman Allah: “Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha<span>  </span>Esa lagi Maha Perkasa?”<a href="#_ftn13" title="_ftnref13" name="_ftnref13"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[13]</span><!--[endif]--></span></a> Nabi Yusuf mengajak berfikir teman satu selnya, manakah yang rasional, meyakini beberapa tuhan yang beraneka macam ataukah satu Tuhan?.<span>  </span>Dari ayat introgratif ini, Al-Qur’an memperkenalkan sebuah argumen ontologis tentang keberadaan Tuhan yang paling mudah dipahami, yaitu Burhan An-Nadhm (keteraturan).<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Keteraturan yang dimaksudkan di sini adalah keharmonisan dan keterikatan antar setiap bagian atau antar masing-masing person baik dari esensi yang sama, maupun berlainan menuju suatu tujuan tertentu, seperti keharmonisan antar bagian-bagian pohon atau keseimbangan yang merupakan konsekuensi antara kehidupan manusia dan hewan.<span>  </span>Jika setiap fenomena alam diatur oleh beberapa tuhan, maka tentu alam akan menjadi kacau. Bayangkan bila air dikendalikan oleh satu Tuhan, mendung diurus oleh Tuhan lain, matahari berada di bawah kendali Tuhan lain, maka hujan yang merupakan akibat dari akumulasi fenomena sebelumnya itu tidak akan pernah terwujud.<span>  </span>Dengan kata lain, seandainya benar bahwa<span>  </span>mereka adalah Tuhan-Tuhan, maka masing-masing tidak membutuhkan hasil penciptaan dan pengaturan Tuhan lainnya. Seandainya membutuhkan, maka berarti Tuhan yang membutuhkan selain dirinya itu bukanlah Tuhan. Itulah kontradiksi. Bila setiap fenomena alam diciptakan oleh beberapa Tuhan, niscaya matahari tidak akan butuh pada mendung, mendung tidak akan membutuhkan angin, dan begitulah seterusnya. Ketika masing-masing fenomena alam itu berdiri sendiri, maka akan bercerai-berai. Ketika bercerai-berai, maka tidak akan mewujudkan fenomena yang namanya hujan.<a href="#_ftn14" title="_ftnref14" name="_ftnref14"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[14]</span><!--[endif]--></span></a><span>  </span>Karena itulah “khair” (yang bisa diartikan baik dan bisa pula diartikan lebih baik)<span>  </span>dalam ayat<span>  </span>“Apakah beberapa tuhan yang berpencaran lebih baik dari satu Tuhan Yang Maha Perkasa” mungkin bisa diartikan<span>  </span>secara modern dengan “lebih rasional”.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Menurut Muhammad Taqi Misbah pengetahuan dan pengakuan manusia akan Allah, dalam ayat tersebut, adalah pengetahuan yang sifatnya huduri-syuhudi (ilmu huduri) dan bukan hushuli<a href="#_ftn15" title="_ftnref15" name="_ftnref15"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[15]</span><!--[endif]--></span></a>. &#8220;Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, wahai anak-anak Adam, agar kalian tidak menyembah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. Dan sembahlah Aku. Itulah jalan yang lurus<a href="#_ftn16" title="_ftnref16" name="_ftnref16"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[16]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221; Sebagian ulama berpendapat, bahwa perintah ini terjadi di alam sebelum alam dunia, dan dijadikan sebagai bukti, bahwa mengenal Allah adalah sebuah fitrah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Di kala mereka menaiki kapal, mereka berdoa (memanggil) Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Namun, ketika Allah menyelamatkan mereka ke daratan, mereka kembali berbuat syirik<a href="#_ftn17" title="_ftnref17" name="_ftnref17"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[17]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221; Ayat ini menjelaskan, bagaimana fitrah itu mengalami pasang surut dalam diri manusia. Biasanya, fitrah itu muncul saat manusia merasa dirinya tidak berdaya dalam menghadapi kesulitan. Dalam kitab tafsir Al-amtsal disebutkan, bahwa kesulitan dan bencana dapat menjadikan fitrah manusia tumbuh, karena cahaya tauhid tersimpan dalam jiwa setiap manusia. Namun, fitrah itu sendiri bisa tertutup, disebabkan oleh tradisi dan tingkah laku yang menyimpang, atau pendidikan yang keliru. Lalu ketika bencana dan kesulitan dari berbagai arah menimpanya, sementara dia tidak berdaya menghadapinya, maka pada saat seperti itu dia berpaling kepada Sang Pencipta<a href="#_ftn18" title="_ftnref18" name="_ftnref18"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[18]</span><!--[endif]--></span></a>.<span>  </span>Oleh karena itu, para ahli ma’rifat dan ahli hikmah berkeyakinan, bahwa dalam suatu musibah besar, yaitu kesadaran manusia terhadap (keberadaan) Allah muncul kembali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ayat-ayat Kosmologis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Selain menegaskan bahwa masalah tauhid adalah fitrah, al-Qur’an juga berusaha mengajak manusia berpikir dengan akalnya bahwa di balik terciptanya alam raya dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya (membuktikan) adanya Sang Pencipta. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Allamah al-Hilli, teolog kenamaan Syiah, menjelaskan, bahwa para ulama dalam upaya membuktikan wujud Sang Pencipta mempunyai dua jalan. Salah satunya, adalah dengan jalan membuktikan wujud Allah melalui fenomena-fenomena alam yang membutuhkan ‘sebab’, seperti diisyaratkan dalam ayat al-Qur’an berikut ini: &#8220;Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di alam raya ini (afaq) dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa sesungguhnya Dia itu benar (haq). Inilah jalan yang ditempuh Nabi Ibrahim as. Pengembaraan rasional Nabi Ibrahim as. seperti ini dalam mencari Tuhan, yang sebenarnya iatujukan untuk mengajak kaumnya berpikir, merupakan metode Afaqi yang efektif sekali.<a href="#_ftn19" title="_ftnref19" name="_ftnref19"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[19]</span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihat langsung ayat-ayat yang menjelaskan pengembaraan rasional Nabi Ibrahim as. tersebut dalam al-Qur’an<a href="#_ftn20" title="_ftnref20" name="_ftnref20"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[20]</span><!--[endif]--></span></a>. Ayat-ayat al-Qur’an yang mengajak kita untuk merenungkan fenomena alam dan keunikan-keunikan makhluk yang ada di dalamnya, sangatlah banyak. Tentang hal ini, kami mencoba mengklasifikasikan kepada dua kelompok:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Pertama, ayat-ayat tentang benda-benda mati di langit dan di bumi. Misalnya, ayat yang berbunyi, &#8220;Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang memiliki akal<a href="#_ftn21" title="_ftnref21" name="_ftnref21"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[21]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221; Atau ayat lain berbunyi, &#8220;Sesungguhnya, pada pergantian malam dan siang dan apa yang Allah ciptakan di langit dan di bumi, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang bertaqwa.<a href="#_ftn22" title="_ftnref22" name="_ftnref22"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[22]</span><!--[endif]--></span></a>&#8221; Kedua ayat tersebut dan ayat-ayat lainnya, memandang langit dan seisinya serta bumi dan segala yang terkandung di dalamnya, sebagai tanda dan bukti wujud Allah swt.. Karena secara akal, tidak mungkin semua itu ada dengan sendirinya, di samping semuanya itu akan mengalami perubahan atau hadits. Kedua, ayat-ayat tentang keunikan berbagai ragam binatang. Antara lain nya ayat yang berkenaan dengan kehidupan lebah, &#8220;Dan Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, pada pohon-pohon dan tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari berbagai buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. (Lalu) dari perut lebah tersebut akan keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Padanya terdapat obat untuk manusia. Sesungguhnya, pada semua itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.<a href="#_ftn23" title="_ftnref23" name="_ftnref23"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[23]</span><!--[endif]--></span></a>&#8220;<span>  </span>Seekor lebah akan hinggap dari satu bunga kepada bunga yang lain, untuk menghisap cairan yang terkandung di dalamnya, lalu (darinya) dihasilkan madu yang lezat dan dapat dimanfaatkan sebagai penawar penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Di samping ayat fitrah dan Afaqi, terdapat pula ayat Al-Qur&#8217;an yang menjelaskan tentang ketuhanan melalui pendekatan argumentasi rasional (Burhan Aqli). Antara lain sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Pertama: &#8220;Seandainya di langit dan di bumi terdapat beberapa Tuhan selain Allah, niscaya keduanya akan rusak.<a href="#_ftn24" title="_ftnref24" name="_ftnref24"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[24]</span><!--[endif]--></span></a>&#8221; Dalam terminologi ilmu mantiq (logika aristotelian) argumentasi di atas disebut dengan qiyas istitsna’i. Qiyas ini terdiri dari dua unsur yang disebut dengan muqaddam dan tali.Ia mempunyai mempunyai beberapa bentuk, salah satunya ialah, jika tali itu benar maka muqaddam benar juga, dan jika tali keliru maka dengan sendirinya muqaddam keliru. Dalam aplikasi kehidupan sehari-hari mereka seringkali memberi contoh seperti ini, jika matahari terbit maka siang tiba, namun jika siang belum tiba berarti matahari belum terbit. Jika Tuhan itu berbilang maka alam raya ini tidak teratur dan seimbang, namun kenyataannya alam raya ini teratur dan seimbang, berarti Tuhan tidak berbilang. Dalil ini disebut para mutakallimin dan filosof dengan istilah dalil tamanu’ (bukti kontradiksi)’. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kedua: &#8220;Tidaklah Allah mempunyai anak dan tidak pula ada Tuhan di samping -Nya. (karena jika mempunyai anak dan ada Tuhan selain-Nya), maka masing-masing Tuhan akan membawa ciptaan-Nya sendiri dan sebagian akan lebih unggul dari sebagian yang lainnya<a href="#_ftn25" title="_ftnref25" name="_ftnref25"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[25]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221; Ayat ini juga menggunakan qiyas yang sama dengan ayat sebelumnya. Maksud ayat tersebut, ialah bahwa jika Tuhan itu banyak, maka masing-masing dari mereka mempunyai ciptaan sendiri-sendiri sebagai bukti kekuasaannya, dan mereka akan mengaturnya sesuai dengan kemauan mereka. Tiada yang dapat memaksa dan menghalangi kemauan mereka. Jika ada satu Tuhan yang mengalah atau dikalahkan kemauannya oleh yang lainnya, maka dia sebenarnya bukan Tuhan, karena Tuhan harus Maha Kuat dan Maha Kuasa yang tidak mungkin terkalahkan. Lebih jelas lagi, jika Tuhan itu banyak, maka mampukah sebagian mengalahkan yang lainnya? Jika dapat, maka yang kalah bukanlah Tuhan, sebaliknya jika tidak dapat, maka Tuhan yang tidak bisa mengalahkan Tuhan yang lain sebenarnya bukan Tuhan, karena Tuhan adalah Maha Kuasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ketiga: &#8220;Katakanlah, sendainya terdapat beberapa Tuhan di samping-Nya, sebagai mana yang mereka yakini, niscaya mereka mencari jalan menuju Tuhan, Pemilik ‘Arsy.<a href="#_ftn26" title="_ftnref26" name="_ftnref26"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[26]</span><!--[endif]--></span></a>&#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ayat ini juga menggunakan pendekatan yang sama dengan ayat sebelumnya, yaitu qiyas istitsna’i. Allamah Thabathabai dalam mengomentari ayat di atas berkata, &#8220;Kesimpulan dalil ini ialah bahwa jika terdapat beberapa tuhan di samping Allah swt., sebagaiman yang mereka yakini, dan setiap mereka dapat meraih apa yang dimiliki-Nya, maka mereka ingin meraih kekuasaan dan akan menyingkirkan-Nya, sehingga mereka akan lebih berkuasa. Lantaran, keinginan untuk berkuasa merupakan ciri dari segala sesuatu yang wujud. Namun tiada satupun yang dapat melakukan hal itu.<a href="#_ftn27" title="_ftnref27" name="_ftnref27"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[27]</span><!--[endif]--></span></a>&#8220;<span>  </span>Dalam ayat tersebut disingung kata-kata ‘Arsy, sebagai tempat yang sangat agung dan tinggi, serta merupakan lambang kebesaran dan kekuasaan yang paling tinggi. Mereka pasti ingin menguasainya, sebagai bukti kebesaran mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Keempat: &#8220;Katakanlah,’Tidakkah kalian perhatikan, jika Allah jadikan untuk kalian malam terus menerus sampai hari kiamat, Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kalian?’ Maka apakah kalian tidak mendengar?<a href="#_ftn28" title="_ftnref28" name="_ftnref28"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[28]</span><!--[endif]--></span></a>&#8221; Dalam ayat lain Allah berfirman: &#8220;Katakanlah,’Tidakkah kalian renungkan, jika Allah jadikan untuk kalian siang terus menerus sampai hari kiamat, Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kalian untuk beristirahat?’ Tidakkah kalian perhatikan?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kedua ayat ini dengan tegas membantah kaum musyrikin yang menganggap patung-patung sebagai Tuhan. Andaikan patung-patung itu Tuhan, maka mereka harus bisa mengubah hukum alam ini, karena Tuhan adalah Dzat yang Mahakuasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kelima: ‘Sesungguhnya Allah mendatangkan (menerbitkan) matahari dari ufuk timur, maka terbitkanlah ia dari ufuk barat?’ Maka terdiamlah orang kafir<a href="#_ftn29" title="_ftnref29" name="_ftnref29"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[29]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221; Ayat ini menceritakan perdebatan antara Nabi Ibrahim as. dengan raja Namrudz yang mengaku sebagai Tuhan. Iaingin mematahkan argumen Namrudz, dengan cara menyuruhnya agar memperlihatkan kekuasaan dan keperkasaannya dengan menerbitkan matahari dari ufuk barat bukan dari ufuk timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Permintaan Nabi Ibrahim as. seperti ini tidak mungkin dilakukan oleh Raja Namrudz, sehingga tampak jelas di mata khalayak banyak, bahwa Raja Namrud bukan Tuhan semesta alam. Nabi Ibrahim as. dikenal sebagai seorang nabi yang bijak dan cerdik, yang sering memojokkan lawan bicaranya dengan argumentasi yang sederhana namun akurat, sehingga lawan bicaranya dibuat tidak berkutik. Allah swt. sering mengutip dalam kitab-Nya tentang perdebatan iadengan orang musyrik, misalnya dalam surah al-Anbiya, ayat 62 sampai ayat 65.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Keenam: &#8220;Sungguh telah kafir orang-orang yang meyakini, bahwa Tuhan itu adalah al-Masih putera Maryam. Katakanlah,’Maka siapakah yang dapat menahan Allah, jika hendak mematikan al-Masih putera Maryam dan Ibunya atau seluruh yang hidup di muka bumi ini?<a href="#_ftn30" title="_ftnref30" name="_ftnref30"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[30]</span><!--[endif]--></span></a>&#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Penuhanan Nabi Isa sudah berlangsung sejak zaman diturunkannya Al-Qur&#8217;an, bahkan jauh sebelumnya. Melalui ini, Allah ingin menyatakan, bahwa Isa al-Masih as. bukanlah Tuhan, tapi seorang manusia pilihan Allah. Karena terbukti (menurut kaum Nashrani), bahwa al-Masih telah meninggal, apapun alasan kematiannya. Hal ini mengindikasikan, bahwa al-Masih itu tidak lain dari ciptaan Allah semata, karena ciri khas Tuhan adalah kekal dan sejati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ketujuh: &#8220;(Tuhan) Pencipta langit dan Bumi, bagaimana mungkin Dia mempunyai putera, padahal Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu<a href="#_ftn31" title="_ftnref31" name="_ftnref31"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[31]</span><!--[endif]--></span></a>”. Dalam ayat lain Allah berfirman: &#8220;Wahai manusia, kalian adalah faqir (membutuhkan) kepada Allah, sementara Allah adalah Mahakaya lagi Maha Terpuji<a href="#_ftn32" title="_ftnref32" name="_ftnref32"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[32]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kata faqir berarti sesuatu atau seseorang yang tidak mempunyai apa-apa. Allah ingin menegaskan, bahwa manusia itu benar-benar faqir , artinya benar-benar ia membutuhkan kepada Allah dalam segala perkara dan keadaan, hatta wujudnya (eksistensi dirinya). Atau dengan meminjam istilah Mulla Sadra, seorang filosuf Muslim dan penulis kitab al-Hikmah al-Muta’aliyah, yaitu bahwa selain Allah adalah faqir wujudi. Pengertian benar-benar faqir, diambil dari huruf alim lam Ta&#8217;alarif pada kata &#8216;al-Fuqara’ (lihat teks arabnya) yang berkonotasi pembatasan atau pengkhususan (hashr). Sedangkan kata al-Ghani, berarti yang tidak membutuhkan apapun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Sifat ghani hanya ada pada Allah saja. Jadi hanya Allah sajalah yang tidak membutuhkan apa-apa (al-ghina) kepada yang lain, merupakan ciri khas Tuhan semesta alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kedelapan: &#8220;Dialah Yang Awal dan yang Akhir, yang tampak dan Yang Tersembunyi, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu<a href="#_ftn33" title="_ftnref33" name="_ftnref33"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[33]</span><!--[endif]--></span></a>.&#8221; Allah yang pertama dan terdahulu, sehingga tiada yang lebih dahulu, sehingga tiada yang lebih dahulu dari-nya. Akan tetapi, pada saat yang sama Dia yang Paling Akhir, sehingga tiada yang lebih akhir dari-Nya. Dia pula yang paling Tampak dan Jelas, dan tiada yang lebih jelas dari-Nya, akan tetapi pada saat yang sama Dia yang Tersembunyi, itu semua ada pada-Nya, karena Dialah ‘illat (prima kausa) segala sesuatu dan tidak tergantung kepada selain-Nya (al-Ghani), sementara segala sesuatu bergantung kepada-Nya dalam segala sesuatu dan keadaan (al-faqir).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kesembilan: &#8220;Tiada sesuatupun yang menyerupai-Nya<a href="#_ftn34" title="_ftnref34" name="_ftnref34"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[34]</span><!--[endif]--></span></a>&#8220;. Ayat ini ringkas, namun menjelaskan wujud dan semua sifat kesempurnaan Allah swt.. Tiada sesuatu apapun pun yang menyerupai Allah dalam segala hal, karena andaikan ada sesuatu yang menyerupai Allah, maka Dia bukan lagi Maha Esa. Dia sangat jauh berbeda dengan makhluk-Nya. Dengan kesendirian-Nya dalam wujud dan sifat kesempurnaan, tapi pada saat yang sama Dia sangat dekat dengan makhluk-Nya, lantaran makhluk merupakan bagian dari wujud-Nya dan dalam liputan-Nya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Pendek kata, kita bisa menggali premis-premis ontologis dan filosofis dari al-Qur’an. Tuhan bisa dikenali dan eksistensi serta keesaan-Nya dapat dibuktikan melalui ayat-ayat al-Qur’an, selama ia diperlakukan sebagai proposisi-proposisi ontologis. Itu berarti al-Qur’an dapat dipersembahkan sebagai sebuah teks rasional dan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan keandalannya. Bagi umat Islam, ayat-ayat al-Qur’an, selain sebagai proposisi-proposisi ekstemporal, adalah wahyu ilahi yang melampaui<span>  </span>aksioma-aksioma logis.<span>  </span><span> </span></span></p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> Ja’far Subhani, Allah Khaliq Al-kaun, Maktab Ad-Dakwah Al-Islamiyah,<span>  </span>hal. 67, Qom, 1999.</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref2" title="_ftn2" name="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> Abdul Aziz bin Al-Dardir, At-Tafsir al-maudhu’i li ayat at-tauhid, 25; Dr. Musthafa Muslim, Mabahits fi At-tafsir al-Maudhu’i, Dar al-Qalam, Damaskus 1989, hal. 106.<span>  </span></span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref3" title="_ftn3" name="_ftn3"></a><span class="MsoFootnoteReference"> </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref4" title="_ftn4" name="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Al-Thur: 35</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref5" title="_ftn5" name="_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>Al-Fakhr Al-Razi, At-Tafisr Al-Kabir,<span>  </span>hal 258, Dar Al-A’lami li Al-Mathbu’at, Beirut, 1989</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref6" title="_ftn6" name="_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>A.S. Hornby &amp; E.C. Parnwell, Reader’s<span>  </span>Dictionary, 347, Oxford Progressive English. </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref7" title="_ftn7" name="_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>M. H. M. H. Thabathabai, Nihayah Al-Hikmah, hal 32, Muassasah An-Nasyr Al-Islami, Qom </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref8" title="_ftn8" name="_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>QS Asy-Syura, 11</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref9" title="_ftn9" name="_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> M. Taqi Misbah Yazdi, Ma’arif Al-Qur’an, hal. 37 Mu’assasah An-Nasyr Al-Islami, Qom. </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref10" title="_ftn10" name="_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> Dr. Musthapha Moslem, Mabahits fi At-tafisr al-maudhu’i, hal. 121-161, cet 1, Dar Al-Qalam, 1989. </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref11" title="_ftn11" name="_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Luqman, 11 – 12</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref12" title="_ftn12" name="_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Al-alaq 1-2 </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref13" title="_ftn13" name="_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS Yusuf: 39</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref14" title="_ftn14" name="_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> Ja’far Subhani, Muhadharat fi Al-Ilahiyat, 21-23, Muassasah An-Nasyr Al-Islami, Qom. M. Taqi Misbah Yazdi, Ma&#8217;arif Al-Qur&#8217;an, 87-94, Mu’assasah An-Nasyr Al-Islami,<span>  </span>Qom, 1985.</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref15" title="_ftn15" name="_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[15]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> M. Taqi Misbah Yazdi, Ma’arif Al-Qur’an<span>  </span>juz 1 hal 33. Muassasah An-Nasyr Al-Islami, Qom.</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref16" title="_ftn16" name="_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Yasin, ayat 60-61</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref17" title="_ftn17" name="_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[17]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: al-Ankabut ayat 65</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref18" title="_ftn18" name="_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> Naser Makarim Syirazi, Tafsir Al-amtsal, 2001, juz 16 hal 340-34, Dar Al-Ridha, Qom. </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref19" title="_ftn19" name="_ftn19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[19]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> Al-Hilli, Al-Bab Al-Hadi- Asyar,<span>  </span>hal 7, Muasssah An-Basyr Al-Islami, Qom,<span>  </span>1985. </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref20" title="_ftn20" name="_ftn20"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[20]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Al-An’am: 75-79</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref21" title="_ftn21" name="_ftn21"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[21]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference">.QS: Fush-shilat: 53</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref22" title="_ftn22" name="_ftn22"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[22]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS. Yunus: 6.</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref23" title="_ftn23" name="_ftn23"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[23]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS. An-Nahl : 68-69</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref24" title="_ftn24" name="_ftn24"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[24]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Al-Anbiya:<span>  </span>22</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref25" title="_ftn25" name="_ftn25"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[25]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: Al-Mukminun: 91</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref26" title="_ftn26" name="_ftn26"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[26]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>QS. al-Isra: t 42</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref27" title="_ftn27" name="_ftn27"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[27]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> M. H. M. H. Thabathabai, Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur’an, vol. 13 hal. 106-107, Dar Al-A’lami li Al-Mathbu’at, Beirut. </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref28" title="_ftn28" name="_ftn28"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[28]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS. al-Qashash: 71-72</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref29" title="_ftn29" name="_ftn29"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[29]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>QS: al-Baqarah: 258</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref30" title="_ftn30" name="_ftn30"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[30]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"><span>  </span>QS al-maidah: 17 </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref31" title="_ftn31" name="_ftn31"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[31]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS al-An’am: 101 </span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref32" title="_ftn32" name="_ftn32"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[32]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS Fathir: 15</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref33" title="_ftn33" name="_ftn33"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[33]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS al-Hadid: 3</span></p>
<p class="Footnote"><a href="#_ftnref34" title="_ftn34" name="_ftn34"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[34]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span class="MsoFootnoteReference"> QS: asy-Syura :11</span></p>
<h4>Terma pencarian yang masuk:</h4><ul><li><a href="http://www.muhsinlabib.com/kajian/tuhan-berfilsafat" title="al-qashash71-72">al-qashash71-72</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/kajian/tuhan-berfilsafat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anders Botter:  Maaf, Muhammad…!</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/tulisan-luar/anders-botter-maaf-muhammad%e2%80%a6</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/tulisan-luar/anders-botter-maaf-muhammad%e2%80%a6#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 15:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan luar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Anders Botter terusik. Pemuda Denmark ini bukanlah seorang Muslim. Namun penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad di 17 surat kabar Denmark membuat hatinya tergerak lalu mengungkapkan empatinya kepada Muslim. Ucapan &#8221;Maaf, Muhammad&#8221; ia tuliskan di blog Facebook. &#8216;Sebagai seorang warga Denmark &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/tulisan-luar/anders-botter-maaf-muhammad%e2%80%a6">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Anders Botter terusik. Pemuda Denmark ini bukanlah seorang Muslim. Namun penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad di 17 surat kabar Denmark membuat hatinya tergerak lalu mengungkapkan empatinya kepada Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> Ucapan &#8221;Maaf, Muhammad&#8221; ia tuliskan di blog Facebook. &#8216;Sebagai seorang warga Denmark biasa, tujuan saya dengan Facebook ini adalah untuk mengungkapkan kata maaf kepada semua Muslim di seluruh dunia yang merasa diserang oleh kartun Nabi Muhammad,&#8221; kata Botter dalam dialog live dengan Islam Online.</span><span id="more-1241"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Tujuan pemuda berusia 27 tahun ini menuliskan &#8221;Undskyld Muhammed&#8221; yang berarti &#8221;Maaf, Muhammad&#8221; adalah untuk membangun sebuah perdebatan konstruktif mengenai kebebasan berekspresi di Denmark, sebuah negara sekuler dan demokratik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Botter mengatakan dirinya seratus persen mendukung adanya kebebasan berekspresi. Namun kebebasan itu juga mestinya menghormati pandangan religius dan perasaan orang lain. Meski, Denmark merupakan negara sekuler. &#8221;Agama baru&#8221; bagi masyarkat Denmark, kata Botter, adalah demokrsi dan kebebasan berekspresi. &#8221;Namun apapun alasannya, saya pikir merupakan keputusan yang sangat tidak tepat menerbitkan kembali kartun itu. Keputusan itu sangat mengecewakan,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Botter menyatakan mestinya para pemimpin redaksi dari surat kabar tersebut berpikir bijak. Mereka harusnya mempelajari respons atas penerbitan kartun yang sebelumnya dilakukan Jyllands Posten yang menuai protes massal di negara-negara Islam. Menurut Botter, dengan kata &#8221;Maaf, Muhammad&#8221; di Facebook ia ingin membidani lahirnya keragaman dan perspektif baru dalam perdebatan kebebasan berekspresi. Debat semacam itu, membantu menggerus fundamentlisme dan ekstremisme di kedua belah pihak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Botter mengungkapkan, beragam respons memang kemudian mencuat. &#8221;Sebagian besar memberi dukungan inisiatif positif ini. Dan lebih penting lagi, ini akan menunjukkan kepada dunia Islam untuk melihat tak semua warga Denmark mendukung penerbitan kartun itu,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Sebaliknya, catat Botter, ini juga menjadi sebuah kesempatan bagi warga Denmark untuk melihat bahwa tidak semua Muslim radikal. Tak semua Muslim juga menjadi kelompok atau orang-orang yang menentang kebebasan berekspresi dan demokrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Kata Botter, orang-orang Denmark yang sangat kuat mendukung hak 17 surat kabar itu menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad, juga adalah orang-orang yang mengirimkan surat bernada kebencian dan ancaman agar ia diam. &#8221;Bagaimanapun, saya bisa dengan gembira memberitahukan Anda bahwa setiap saat saya menerima satu surat elektronik bernuansa kebencian. Namun saya juga dapatkan 25 surat dukungan. Saya sangat bahagia. Saya tak akan diam dengan beragam ancaman yang datang,&#8221; kata Botter.[Republika Online]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/tulisan-luar/anders-botter-maaf-muhammad%e2%80%a6/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahmadinejad, Presiden Pertama Yang Kunjungi Irak Pasca Saddam</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/ahmadinejad-presiden-pertama-yang-kunjungi-irak-pasca-saddam</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/ahmadinejad-presiden-pertama-yang-kunjungi-irak-pasca-saddam#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 03:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[*Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2008/02/12/ahmadinejad-presiden-pertama-yang-kunjungi-irak-pasca-saddam/</guid>
		<description><![CDATA[Kantor berita Fars, sebagaimana dikutip Irib melaporkan rencana kunjnungan Ahamdinejad ke Iran. Duta Besar Repuplik Islam Iran untuk Irak, Hasan Kazemi Qomi menyatakan, tanggal kunjungan Presiden Iran, Mahmod Ahmadinejad, ke Irak akan segera diumumkan dalam beberapa hari mendatang. &#8220;saat ini &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/ahmadinejad-presiden-pertama-yang-kunjungi-irak-pasca-saddam">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Kantor berita Fars, sebagaimana dikutip Irib melaporkan rencana kunjnungan Ahamdinejad ke Iran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Duta Besar Repuplik Islam Iran untuk Irak, Hasan Kazemi Qomi menyatakan, tanggal kunjungan Presiden Iran, Mahmod Ahmadinejad, ke Irak akan segera diumumkan dalam beberapa hari mendatang.</span><span id="more-1131"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">&#8220;saat ini pihaknya tengah mengamati kondisi Irak guna mengatur jadwal kunjungan Ahmadinejad, menyusul undangan resmi dari Presiden Irak, Jalal Talebani,” katanya kepada wartawan Fars. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Menyinggung putaran berikutnya dialog antara Iran dan AS soal kondisi di Irak, Kazemi Qomi menegaskan, jadwal pelaksanaannya belum ditentukan namun dialog tetap diupayakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Sementara itu, Hushyar Zibari, Menteri Luar Negeri Irak, dalam konferensi pers, seraya menyesalkan para pemimpin negara Arab yang tidak mengunjungi Irak, ia memuji sikap Iran karena baru pertama kali sejak kejatuhan rezim Saddam, seorang pemimpin negara mengunjungi Irak. </span></p>
<h4>Terma pencarian yang masuk:</h4><ul><li><a href="http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/ahmadinejad-presiden-pertama-yang-kunjungi-irak-pasca-saddam" title="perkembangan negara irak 2012">perkembangan negara irak 2012</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/ahmadinejad-presiden-pertama-yang-kunjungi-irak-pasca-saddam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biadab! Isarel Bunuh 62 Warga Palestina</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/biadab-isarel-bunuh-62-warga-palestina</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/biadab-isarel-bunuh-62-warga-palestina#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 15:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[*Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Korban utama serangan lima hari tentara Rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza adalah warga sipil. Televisi Al-Alam mengutip sumber-sumber Departemen Kesehatan Palestina terkait korban serangan tersebut melaporkan, mayoritas korban adalah warga sipil. &#160; Kantor berita AFP melaporkan, hari ini pasukan &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/biadab-isarel-bunuh-62-warga-palestina">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><a href="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2008/03/161316.jpg" title="161316.jpg"><img src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2008/03/161316.jpg" alt="161316.jpg" height="282" width="349" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Korban utama serangan lima hari tentara Rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza adalah warga sipil. Televisi Al-Alam mengutip sumber-sumber Departemen Kesehatan Palestina terkait korban serangan tersebut melaporkan, mayoritas korban adalah warga sipil.</span><span id="more-1233"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Kantor berita AFP melaporkan, hari ini pasukan militer rezim zionis kembali menyerang beberapa kawasan Jabaliya dan Beit Hanun, Gaza utara, menyebabkan minimal lima warga Palestina gugur syahid dan sejumlah lainnya cidera. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Seraya mengisyaratkan serangan Israel kemarin (Sabtu 1/3) yang sedikitnya menggugurkan 62 warga Palestina, Al-Alam menyatakan, aksi brutal tentara Israel tersebut juga menggugurkan enam anak, tujuh perempuan dan menciderai lebih dari 180 orang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';">Masih menurut sumber ini, jet-jet tempur Israel kemarin malam (Sabtu 2/3) menyerang Masjid Badar di dekat Rafah dan mengakibatkan enam warga gugur syahid serta menciderai sepuluh orang lainnya. Akibat serangan tersebut, Masjid Badar rusak total. Berdasarkan laporan ini, serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza adalah serangan paling ganas sejak tentara Israel meninggalkan wilayah ini pada September 2005.(irib Sunday, 02 March 2008)</span></p>
<h4>Terma pencarian yang masuk:</h4><ul><li><a href="http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/biadab-isarel-bunuh-62-warga-palestina" title="mampukah senjata iran melawan israel">mampukah senjata iran melawan israel</a></li><li><a href="http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/biadab-isarel-bunuh-62-warga-palestina" title="memek tentara arab">memek tentara arab</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/dunia-islam/biadab-isarel-bunuh-62-warga-palestina/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salut! PKS Ingatkan Pemerintah Tolak Sanksi Baru atas Iran</title>
		<link>http://www.muhsinlabib.com/news/salut-pks-ingatkan-pemerintah-tolak-sanksi-baru-atas-iran</link>
		<comments>http://www.muhsinlabib.com/news/salut-pks-ingatkan-pemerintah-tolak-sanksi-baru-atas-iran#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 03:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhsin Labib</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=1226</guid>
		<description><![CDATA[Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Komisi I DPR Mutammimul Ula, menyatakan, Indonesia sebaiknya menolak resolusi ketiga dari Dewan Keamanan PBB yang ingin memberi sanksi baru Iran terkait pengembangan energi nuklir.   &#8220;Amunisi baru berupa laporan Badan Tenaga Atom Internasional &#8230; <a href="http://www.muhsinlabib.com/news/salut-pks-ingatkan-pemerintah-tolak-sanksi-baru-atas-iran">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Komisi I DPR Mutammimul Ula, menyatakan, Indonesia sebaiknya menolak resolusi ketiga dari Dewan Keamanan PBB yang ingin memberi sanksi baru Iran terkait pengembangan energi nuklir.</span><span id="more-1226"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">&#8220;Amunisi baru berupa laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bukanlah justifikasi (alasan, red) untuk menambah kezaliman baru bagi Iran,&#8221; tandasnya di Jakarta, Jumat .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Mutammimul Ula mengatakan hal itu sehubungan dengan rencana Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa menggelar pemungutan suara tanggal 29 Februari 200 ini (Sabtu, waktu New York, Amerika Serikat) untuk membicarakan resolusi baru tersebut bagi Iran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">&#8220;Faktanya kan Iran telah bersikap transparan dan sejumlah kecurigaan atas aktivitas program nuklirnya pun telah terjawab. Apalagi hasil penyelidikan badan intelijen AS dan IAEA sendiri menunjukkan, bahwa Iran tidak memproduksi senjata pemusnah massal serta tidak ditemukan penyimpangan yang mengarah kepada kepentingan militer,&#8221; ungkap Mutammimul Ula lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Pertimbangan lain, menurut dia , adalah resolusi dengan penambahan elemen sanksi baru ini, hanya akan menimbulkan sikap kontraproduktif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">&#8220;Sebab, Iran bukan tipe negara yang gampang menyerah, dan akan muncul ketegangan baru di kawasan Timur Tengah,&#8221; katanya mengingatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Indonesia, demikian Mutammimul Ula, memiliki posisi signifikan untuk menjadi mediator penyelesaian yang lebih adil (terutama kini karena merupakan anggota tidak tetap DK PBB).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">&#8220;Indonesia tidak mesti mengikuti atau ikut-ikutan pendapat negara besar, khususnya Amerika Serikat. Dalam kasus Kosovo, Indonesia sudah buktikan itu, dengan tidak mengikuti langkah Amerika dan Uni Eropa. Ini adalah preseden yang baik,&#8221; katanya memuji sikap Pemerintah Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Lucida Sans Unicode','sans-serif';">Selain itu, lanjutnya, Pemerintah harus juga belajar dari pengalaman tentang persetujuannya atas Resolusi 1747 DK PBB Tahun 2007 lalu (sanksi tambahan atas Iran) yang menimbulkan sentimen negatif di dalam negeri, terutama di parlemen.<span>  </span>(kapanlagi, Jum&#8217;at, 29 Februari 2008 11:35)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhsinlabib.com/news/salut-pks-ingatkan-pemerintah-tolak-sanksi-baru-atas-iran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

