Riyadh Kecam Fatwa anti-Syiah

mufti-saudi.jpg

Dalam pembicaraan dengan Duta Besar Iran, para pejabat Arab Saudi membantah bahwa ada sebuah fatwa yang telah dikeluarkan oleh otoritas keagamaan resmi Saudi untuk menghancurkan situs-situs suci Muslim Syiah.

Menyusul dirilisnya fatwa oleh mufti-mufti Wahabi tertentu yang memprovokasi penghancuran tempat-tempat suci Muslim Syiah, pihak berwenang Arab Saudi mengecam segala tindakan yang ditujukan untuk mendesakralisasi situs-situs suci Syiah, dalam sebuah pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Arab Saudi.

Duta Besar Iran di Riyadh, Mohammad Hosseini, bertemu dengan menteri budaya dan informasi serta wakil menteri dalam negeri Saudi hari ini untuk membahas dampak dari dikeluarkannya fatwa oleh beberapa mufti Saudi mengenai penghancuran situs-situs suci, yang sangat dihormati Muslim Syiah, sebagaimana dilaporkan kantor berita Mehr News.

Para pejabat Saudi tersebut dilaporkan terkejut dengan penisbatan sebuah fatwa kepada otoritas keagamaan Saudi, seraya menekankan bahwa Riyadh secara tegas menentang segala pemikiran seperti itu, seperti halnya mereka juga mengecam pengrusakan Mesjid Samarra.

“Kami selalu menegaskan posisi kami bahwa setiap tindakan yang menargetkan situs-situs suci Muslim Syiah atau Sunni akan secara keras dikecam oleh Arab Saudi,” kata mereka.

Pihak berwenang di Saudi juga menekankan bahwa tidak seorang pun mufti dan ulama resmi Kerajaan yang diketahui telah mengeluarkan sebuah fatwa yang bertentangan dengan posisi resmi negara itu.[irm]

(Sumber: mehrnews, www.icc-jakarta.com)

 

9 Comments

  1. ada akidah yang membangun dan menghormati mereka yang berjasa akan tegaknya akidah itu. makanya demi mengenang para pahlawan akidah, monumen yang agung dibangun.
    ada juga akidah yang destruktif, yang mengatakan kalau menghormati para pahlawan itu justru merusak akidah itu sendiri. maka penghancuran monumen2 menjadi praktek yang dianjurkan, hampir aja makam nabi dihancurkan oleh mereka…..

    Reply

    1. Ana setuju istilah akidah destruktif. yang menghancurkan simbol simbol kesyirikan walaupun sebesar biji sawi
      Menghormati pahlawan dengan cara ente sendiri bukan dengan cara yang diajarkan AlQur’an dan Hadits..pernahkah ente menemukan dalam kedua sumber suci tersebut cara menghormati pahlawan seperti Nabi nabi yang telah meninggal sebelum Nabi Muhammad dengan cara ente.. dan apa yang diajarkan Manusia termulia dan paling maksum di muka bumi Nabi Muhammad ???
      fikirkanlah… karena ente telah diberi Alloh otak untuk berfikir bukan dengan persangkaan belaka yang ga ada sumbernya kecuali dari pendahulu – pendahulu ente yang juga tidak menggunakan Pemberian Alloh dengan benar..

      Reply

  2. Semenjak wahabi berkuasa, sering terjadi usaha untuk menghancurkan peninggalan Islam yang seharusnya menjadi monumen sejarah Umat Islam. Terbukti di Saudi, rumah Sayyidah Khadijah (tempat turunnya sebagian besar wahyu) yang terletak di mekkah, diratakan dengan tanah. Tempat lahir Nabi Muhammad saw pun pernah dijadikan kandang hewan, walaupun sekarang dijadikan perpustakaan yg terletak di tengah pasar malam.

    Reply

    1. apapun istilahnya, ente gak tau dan gak pernah belajar ilmu syar’i, hanya “apa katanya” kyai/dai/ustadz yang juga mendalami ilmu dari “apa katanya” guru – guru mereka tanpa melihat/mengkaji sendiri kitab – kitab yang mereka tuduh sesat (mengklarifikasi kebenaran ucapan seorang guru)
      Wahhaby = pengikut Al Wahhab (sang Maha Pemberi) yang telah memberikan hidayah untuk menilai golongan tertentu dari kitab2 mereka sendiri dan mencocokkan dengan al Qur’an dan Hadits2 shohih.bukannya dari persangkaan dan “apa katanya”.

      Reply

  3. Al maut Wahabi

    Reply

  4. mas-mas tau gak pohon tempat para sahabat berbaiat ( dalam peristiwa penawan orang-orang kafir qurasy) bahkan tercantum di dalam alquran, (itupun kalau sering baca qur’an)? kalau memang kalian tau sejarah islam atau tau islam dari warung kopi, saat kaum muslimin sudah mulai berziarah kesana dan mengadakan ritual, pada masa kekalifahan umar RA. memerintahkan untuk ditebang dikhawatirkan terjadi kesyirikan, tapi kalau orang-orang yang ngaku muslim yang suka jalan-jalan,, ngarap-ngarap berkah ya mungkin sewot,,ntahpun yang kasi komen orang kafir syiah nih, kan agama syiah ibadahnya seperti itu (sujud dikuburan) jadi ga tau kalau tauhid lebih utama dari pada rekreasi…

    Reply

  5. makanya baca buku-buku kiyai NU yang murni, ga kayak ketuanya aqil siraj ngawur abis

    Reply

  6. Jangan biarkan syiah hidup tenteram di indonesia.
    Syiah akan nebeng ke siapa saja untuk memuluskan rencana makarnya terhadap ahlussunnah.
    Contoh:
    Nebeng NU karena merasa sama – sama mencintai kuburan orang orang sholeh yg sudah meninggal. padahal mereka orang -orang syiah hanya mencintai kuburan orang2 sholeh dari kaum syiah tapi membenci sebenci2nya kepada orang sholeh dari ahlus sunnah seperti para Sahabat dan sahabiyah Nabi. walaupun sering tidak mereka tunjukkan kebencian mereka, karena mereka masih merasa minoritas di dindonesia.. tapi kalau jumlah mereka sudah mulai banyak seperti di yaman dan suriah mereka tidak akan segan2 membunuh dan membantai orang2 ahlussunnah.

    silahkan lihat juga di web ini http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/

    Reply

  7. kau pikir bukan tanpa alasan Nabi meminta untuk dikuburkan di kamar ‘aisyah dan bukan di baqi? karena Nabi khawatir akan terjadi fitnah pengkultusan terhadap kuburannya. sebagaimana yang pernah terjadi pada kaum Nuh. karena fitnah kubur ini adalah fitnah yang sangat besar. juga banyak situs-situs di saudi yang dihancurkan oleh pemerintah setempat dengan alasan yang sama! bukan semata-mata penghancuran. melainkan lebih kepada penyelamatan aqidah umat islam sedunia! mekkah dan madinah adalah dua kota suci rujukan umat islam di seluruh dunia. oleh karenanya ia bersih dari segala noda kesyirikan!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>