Pages Navigation Menu

‘LEBIH BAIK NULIS NGAWUR DARIPADA BICARA SENDIRI’

Mairil, Tradisi Seks-sejenis di Pesantren

Judul :Mairil, Sepenggal Kisah Biru di Pesantren

Penulis : Syarifuddin

Penerbit : P_Idea, Jogjakarta

Cetakan 1 : 2005

Tebal : viii + 254

Selama ini dunia pesantren dikenal sangat lekat dengan nuansa agama. Setiap pagi, siang, sore hingga malam hari kegiatan-kegiatan yang diajarkan di pesantren selalu berkaitan dengan (pendalaman) agama. Ngaji, tadarus, shalat berjamaah adalah beberapa kegiatan rutin di dalamnya.

Namun, siapa yang mengira di balik kentalnya nuansa agama yang ada di pesantren ternyata menyimpan cerita-cerita miris yang sangat bertentangan dengan (doktrin) agama? Buku dengan judul Mairil, Sepenggal Kisah Biru di Pesantren yang ditulis oleh Syarifuddin ini mengungkap secara transparan perilaku-perilaku menyimpang di dunia pesantren, terutama yang berkaitan dengan penyimpangan seksual santri.

Ibarat lokalisasi, pesantren sering dijadikan tempat untuk menyalurkan hasrat libido santri pada santri lain. Bedanya, kalau di lokalisasi berlaku hukum pasar, yaitu terjadi transaksi antara penjual dan pembeli. Di pesantren kegiatan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan umumnya dilakukan di tengah malam ketika “korban” sedang tertidur lelap.

Yang lebih mencengangkan, praktik seperti ini dilakukan antarsesama jenis kelamin (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan). Seks antarsesama jenis kelamin inilah yang menjadi titik tekan buku ini. Di pesantren budaya ini bukanlah hal yang tabu, bahkan sudah mentradisi secara turun-temurun hingga kini. Sehingga sukar menghilangkan budaya itu karena sang pelaku dalam menjalankan aksinya sangat rapi, di luar pengetahuan orang lain.

Jangankan orang lain, kadang yang menjadi korban sendiri tidak menyadari kalau dirinya pernah dijadikan pelampiasan nafsu seks orang lain. Biasanya korban baru menyadari kalau dirinya telah menjadi pelampiasan seksual orang lain ketika bangun tidur. Karena hubungan seks ala pesantren bukan didasarkan suka sama suka tetapi secara sembunyi-sembunyi, ketika korban sudah terlelap.

Budaya itu kemudian dikenal dengan istilah nyempet dan mairil. Menurut penulis, nyempet merupakan jenis atau aktivitas pelampiasan seksual dengan kelamin sejenis yang dilakukan seseorang ketika hasrat seksualnya sedang memuncak, sedangkan mairil merupakan perilaku kasih sayang kepada seseorang yang sejenis (hlm. 25).

Perilaku nyempet terjadi secara insidental dan sesaat, sedangkan mairil relatif stabil dan intensitasnya panjang. Namun dalam banyak hal antara nyempet dan mairil mengandung konotasi negatif, yaitu sama-sama terlibat dalam hubungan seksual satu jenis kelamin.

Kondisi sosiologis dunia pesantren dengan pembinaan moral dan akhlak secara otomatis interaksi antara santri putra dan putri begitu ketat. Keseharian santri dalam komunitas sejenis, mulai bangun tidur, belajar, hingga tidur kembali. Santri bisa bertemu dengan orang lain jenis ketika sedang mendapat tamu. Itu pun jika masih ada hubungan keluarga.

Praktis, ketika ada di pesantren –terutama pesantren salaf (tradisional)– tidak ada kesempatan untuk bertemu dan bertutur sapa dengan santri beda kelamin.

Di samping tempat asrama putra dan putri berbeda, hukuman yang harus dijalankan begitu berat, bisa-bisa dikeluarkan dari pesantren, jika ada santri putra dan putri ketahuan bersama. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan perilaku nyempet di kalangan santri di pesantren begitu marak (hlm. 31).

Perilaku nyempet dan mairil biasnya dilakukan oleh santri tua (senior), tidak jarang pula para pengurus atau guru muda yang belum menikah. Dari hasil penelitian penulis, kegiatan nyempet hanya terjadi ketika masih menetap di pesantren tetapi ketika sudah lulus dari pesantren budaya seperti itu ditinggalkan.

Terbukti, kehidupan mereka normal dan tidak ditemukan kasus mereka menjadi homo atau lesbi. Mereka semua berkeluarga dan mempunyai anak. Karena orang yang melakukan itu hanya iseng bukan tergolong homoseksual (bagi kaum laki-laki) atau lesbian (bagi kaum wanita). Mereka melakukan penyimpangan seks itu sekadar menyalurkan libido seksualnya yang memuncak.

Umumnya yang menjadi korban nyempet dan mairil adalah santri yang memiliki wajah ganteng, tampan, imut, dan baby face. Hampir pasti santri (baru) yang memiliki wajah baby face selalu menjadi incaran dan rebutan santri-santri senior. Bahkan tidak jarang antara santri yang satu dan santri yang lain terlibat saling jotos, adu mulut, bertengkar (konflik) untuk mendapatkannya.

Di pesantren berlaku hukum tidak tertulis yang harus dijalankan bagi orang yang memiliki mairil. Misalnya jika si A sudah menjadi mairil orang, maka si mairil tersebut akan dimanja, diperhatikan, diberi uang jajan, uang makan, dicucikan pakainnya, dan sebagainya; layaknya sepasang kekasih (pacaran). Jika si mairil dekat dengan orang lain pasti orang yang merasa memiliki si mairil tersebut akan cemburu berat.

Kelebihan buku ini adalah penulis mampu menceritakan pelaku nyempet dan mairil dalam suasana santai, kocak, tetapi serius. Gaya penulisanya bertutur hampir menyerupai novel. Misalnya ketika penulis menceritakan tentang santri bernama Subadar yang akan nyempet santri lain.

Di beranda joglo masjid tanpa penerangan lampu, Subadar sambil berpura-pura tidur, terus merangsek mendekati santri yang masih kecil yang beberapa hari terakhir menjadi incarannya. “Harus bisa,” gumam Subadar dalam hati.

Namun naas nasibnya kali ini, baru saja mulai angkat sarung korban, tiba-tiba lampu beranda joglo dinyalakan petugas piket yang seketika itu membuat Subadar terkejut bukan kepalang…

Penulis buku ini tentu paham betul tentang budaya nyempet dan mairil yang ada di pesantren. Karena dia juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren Wonorejo dan Jombang, Jawa Timur.

Boleh dikatakan buku ini adalah hasil temuannya langsung saat dia hidup di dunia pesantren selama kurang lebih enam tahun lamanya. Membaca buku ini kita akan terkejut dan mengernyitkan dahi, “Ah yang bener aja.”

Meski peristiwa yang diceritakan dalam buku ini lebih mengandalkan inprovisasi penulis, pembaca bisa melacak sendiri bahwa peristiwa seperti ini dalam dunia pesantren, terutama saat malam menjelang, benar adanya. Atau boleh jadi mereka yang pernah dibesarkan di pesantren akan tersenyum kecut atau mengakui dan menyangkal peristiwa kebenaran cerita ini. (Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah, mahasiswa FISIPOL, Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo/ http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=176607/http://www.indonesia.faithfreedom.org)

83 Comments

  1. Saya pernah lihat di toko buku, tentang peyimpangan di pesantren yang pelakunya justru Kyai dari pesantren tersebut. Mungkin menarik juga kalo di muat di blog ini

  2. Praktik seks menyimpang sebenarnya ada pada setiap sisi masyarakat, baik itu di pasantren atau pada kumpulan masyarakat lainnya.
    Tetapi yang membuat kita miris melihat kadaan ini adalah pelakunya adalah santri-santri yang notabene adalah calon-calon tokoh masyarakat. Bagaimana nantinya bentuk masyarakat yang akan meneladani tokoh yang pernah dan “menikmati” praktek seks menyimpang seperti ini ?
    Astagfirullah ………..
    Sepengetahuan saya, di Kota M di Kalimantan yang menjadi kota santri terkenal, ada juga praktek-praktek seks menyimpang dari beberapa oknum santri dengan memanfaatkan “Mahnus” atau banci-banci untuk sekedar mendapatkan uang tambahan.

  3. Waduh…….

  4. saya aktifis LSM untuk HIV/AIDS,
    saya pernah melakukan survey kepada kucing (sebutan utk pelacur gay) di jakarta,sebagian dari mereka mengatakan bahwa mereka alumnus pesantren dan alasan masuknya mereka ke dunia prostitusi gay karena mereka sering melakukanya di pesantren dengan terpaksa ataupun sukarela.
    silahkan anda fikir sendiri pernyataan saya ini. terima kasih

  5. aku dah baca buku ini, karena memang sy mlakukan riset buat film. sebenarnya di skripsi jurusan Sosilogi Universitas Jember mengupas lebih riil masalah mairil ini. sedang dibuku ini, sy sendiri mengatakan agak tidak nyambung antara non fiksi didepan dan fiksi di belakang, seperti terpisah, mungkin kalau bisa lebih menyatu lebih baik,
    sebenarnya bukan cuma mairil yang menjdi keprihatinan di pondok pesantrean tradisional, masalah kesehatan dan sanitasi juga sebaiknya segera menjadi perhatian temen2.

  6. kalo yang gesek2 di metromini itu nyempet bukan…? :D

  7. Penyimpangan seksual di Pesantren mungkin memang ada. Saya sendiri tidak pernah mengetahui dengan pasti meski selama enam tahun nyantri di sebuah pondok pesantren di daerah Muntilan Magelang. Hanya dari mulut ke mulut saja mendengar bahwa santri putri ini terlibat affair dengan santri putri ini.

    Saya setuju dengan komentar Ulik, selain masalah penyimpangan seksual ini, masalah kebersihan dan kesehatan mesti mendapat perhatian yang lebih terutama di kalangan santri putri yang lebih rentan terkena penyakit alat reproduksinya.

    Sepertinya hadist yang mengatakan bahwa kebersihan sebagian dari Iman belum bisa diterapkan dengan benar di pesantren.

    Pembuatan kamar kecil meski mendapatkan perhatian lebih untuk mencegah terjadi penularan penyakit ke sesama santri

  8. sex sesama jenis di pesantren, mungkin saja, soalnya dlm kehidupan di ma’had kan semuanya laki, kemungkinan ada santri yg suka ke santri lain ato ke santri yg senior, biasanya santri yg senior memberi perhatian lebih ke pasangannya, bisa saja mereka melakukan sex pd saat jam2 tidur santri, mereka bisa melakukannya dg diam2 tanpa ada yg tahu, ato saat waktu masa libur, bisa aja sepasang santri janjian utk tdk pulang, tp mereka melakukan sex dgn bebas, soalnya gw pernah pny temen anak ma’had, klo liat gw lama kali, kdg curi-curi pandang ke gw, kali punya hasrat ke gw, soalnya mereka ga boleh bicara ke lain jenis, palagi tatapan muka, haram katanya, tp klo liat sesama jenis lama, napsu kali ya…….

    • Wah kayaknya bener itu sob..

      Malahan kadang kebaikanya itu sulit utuk ditolak..
      Gw pernah mengalaminya…
      Dia yang ngajarin gw…
      Trus salah siapa klo gw jd ikut”an kaya gitu….

      Mmmmm…..
      Maafkan q ya Alloh…..
      sebenarnya gw gak pengen kaya gitu,tp………………..

    • Sulit memang untuk berubah…
      Sampai sekarang saya masih menyembunyikan indetitas saya…
      Saya takut keluarga menjadi malu…
      Biarlah kusimpan rapat”….
      Semoga Alloh mengampuni dosa” saya…

  9. hi..aku juga mau bagi2 cerita, kebetulan aku juga perna tahu kehidupan pesantren, abnormalitas seksual kaya gitu lumayan sering aku lihat. mungkin yang penting sekarang solusi buat masalah itu. masukan buat orang2 yang punya kekuasaan ne di pesantren. ada baiknya kalo diadakan semacam bimbingan gitu.

  10. Oh iya, emang gitu kok..emang bener kok ada kejadian ini..Ini adalah salah satu lubang hitam dalam tradisi pendidikan keberagamaan kita.

  11. mengerikan !!!!!

  12. sebenarnya hal tersebut dipicu selain dari faktor lingkungan,di pesantren intensitas interaksi tinggi, yang menjadi faktor utamanya adalah kurangnya pendidikan yang diberikan di pesantren yang menanamkan pemahaman islam secara utuh, yang berarti pendidikan di pesantren tidak hanya sekedar belajar ilmu namum seharusnya ditekankan adalah penanaman nilai-nilai aqidah yang kuat sehingga pemahaman nilai-nilai aqidah yg diajarkan internalisasi dengan baik.

  13. masih ada yang jual novelnya?

  14. aq tertarik ama buku ini, apa di gramedia atau telogo mas uda ada ngak ?
    cz aq juga Gerang atas apa yang dilakukan ama anak pondokan…….

  15. Sangat bertolak belakang sekali tindakan itu semua dengan hukum Allah. Padahal Allah telah mengutuk mereka yang homo atau lesbian (seperti kaum Nabi Luth A.S) ataupun yang bukan (laki-laki dan perempuan). Kita diingatkan dengan ayat 30 – 31 dari surat An Nuur supaya kita mengendalikan pandangan dan berkholwat dengan para wanita. Dan larangan berzina di surat Al Isra’ ayat 32. Wallahu a’alm bishowwab

  16. Saya seorang santri, menurut saya pribadi, kayaknya pemakaian kata “Tradisi” untuk kasus penyimpangan seksual di pesantren itu tidak tepat. Penggunaan kata “tradisi” seolah-olah memberikan konotasi bahwa hal tersebut sudah jamak, lumrah, legal, dan direstui… Padahal, dari sudut pandang apapun, hal itu tidak semestinya terjadi. Dan tidak semua santri menganut “madzhab” ini.
    Bahwa memang penyimpangan itu terjadi, adalah fakta. Sebagaimana penyimpangan-penyimpangan lain di dunia luar pesantren. Tapi secara institusional, saya yakin tak satupun pesantren melegalkan praktik yang menyimpang ini, bahkan di beberapa pesantren besar seperti Nurul Jadid Paiton, Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, dan Sidogiri Pasuruan, sanksi untuk pelakunya sangat keras.

  17. Kayaknya gak gtu bgt deh. itu cerita jadul bgt.. skrg udah modern.

  18. lah, kepepet….

  19. saya punya temen mantan santri, dia cowok, dan dia pernah diperlakukan tidak senonoh sama pengajar di pesantren itu. Padahal si pengajar ini sudah menikah tapi entah kenapa temenku ini pun jadi ‘korban’ babak guru itu.

    Tapi, bnr lah kata buku ini karena temenku lantas ga jadi homo/gay, dia tetap nikah dan bahkan rekor dia menggauli cewek sangat banyak. Tapi, anehnya dia ga nolak juga saat diajak ‘kencan’ ama cowok. HUH.. Ga ngerti aku.

    So, qta ga lantas nuduh semua santri seperti itu kan? hanya segelintir orang yang sperti itu. Kita harus sadar bahwa org sperti ini ada di mana2, bs jadi org terdekat kita. Entah itu guru, polisi, tentara, pejabat, dan siapa saja pasti ada.

  20. sebelumnya perlu diketahui dulu bahwa interaksi di lingkungan pesantren itu sangat intens, yang berarti bahwa kehidupan di satu asrama dengan santri maupun santriwati lainnya akhirnya secara tidak langsung akan tercipta hubungan emosi yang kuat. hal ini secara tidak langsung menimbulkan kasih sayang antar satu santri dengan santri lainnya. hal ini tentu saja sesuatu yang positif jika hubungan emosi ini didasarkan atas ikatan aqidah islam yang mengikat mereka sebagai sesama saudara dalam islam. hanya saja jika kasih sayang yang terjalin tersebut ternyata tidak didasarkan pada pemahaman islam seperti yang saya katakan sebelumnya, maka hal inilah yang kan menyimpang menjadi perasaan suka antar sesama jenis atau mairil…
    so, yang perlu ditekankan adalah belajar di pesantren tidak hanya sekedar belajar ilmu namun yang juga menjadi hal utama adalah pemberian pemahaman islam yang benar pada setiap santri…

  21. praktek prilaku sex menyimpang ini dalam dunia pesantren sebenarnya telah menjadi rahasia umum yang terjadi secarturun temurun..
    namun dalam hemat saya selain aspek sosiolgis seperti yang disebutkan oleh penulis (yaitu ketatnya peraturan pesantren yang melarang pertemuan antar lain jenis), terdapat juga faktor psikologis, terkadang seseorang yang pernah menjadi “korban” maka suatu saat nanti dia yang akan mencari “korban”. ini sebenarnya tradisi alamiah (hukum alam) yang diakibatkan oleh hukum kausalitas di muka bumi.

  22. realistis

  23. kayaknya perlu di showpublic ni mas. biar ada pencerahan di kalangan santri dan saya kira faktual ini.ato masukin acara realityshow ya???dari pada ngawur acaranya sekarang ini…????

  24. my girlfriend (wife wanna be) is mairil……. saya shock,…. tapi dah tlanjur cinta…..

  25. sebagai alternatif wacana ttg sisi gelap pesantren, silakan kunjungi http://www.sorbanyangterluka.blogspot.com txs

  26. Memang enak jadi mairil …saya pernah lho..jajan dibayarin..pakaian di beli in..wah ..nggaak perlu uang saku dari rumah nich…he..x3

  27. kita memandang itu smwa oknum dan kasuistik, jgn pake kata tradisi. Adekku sangat tampan dan putih bersih, nyantri 3 th gak pernah dimangsa pdhl temen dan seniornya hampir seribu. Tmen2 ku byk yg artist face, pd nyantri lama2, tp gak ada yg omong2 guyon soal mairil. kasuistik aja ya. thanx

  28. Ha?? Benarkah??

    Bru tau q kLo d pesantren ada yg kya gt..

    Hm??

    MNuruT antum apkh hal itu wajar??
    Ato pRlu dbrantas?

  29. -sharusxa pnuls bku ini jngan memukul rata bhwa d’stiap swa or swi pesantren melakukan tndakan sperti it..
    -kan pnuls blum kunjungi en bktikn dr slwruh pesntren yg da d’indo, mkanxa jgn brkesmpuln ky itu.
    -msalx trjdi hal ky gt, mka cepat2lah brt0bat en kembali kejalan_NYA,,
    .SESUNGGUHNXA ALLAH MAHA PENGAMPUN..

  30. menarik….
    pi skrg sy jg lg cb buat buku tntang kehidupan santri prempuan sebelum dan sesudah dr pesantren…
    krn ada beberapa indikasi yang mngantarkan kita ke sebuah fenomena bhwa slm khidupan d pesantren seperti yang diceritakan tadi berlanjut setelah lepas dari dunia pesantren bahkan ada yang sudah berprofesi sebagai “ayam kampus”

  31. itu smua bohong,,sudah jelas kehidupan di pesantren kan sangat agamis,kalaw orong dekT SAMA TUHAN pasti orang tersebut dapat menahan hawa nafsunya dengan sangat mudah.apa lagi berhubungan sejenis itu sangat berdosa dan orang yang beragama pasti mengetahuinya,ponakan ku bertahun2 di pesantren dan selalu pindah2 tapi nyatanya tapi tak pernah melakoni spt itu.ini pasti fitnah,jangan sampai menjelek2kan agama islam

    • Siapa yang ngomong islam di sini bedul, ini ngomong praktek mairil di pesantren koq. Jangan bawa-bawa islam ah…

  32. sungguh berdosa…..(bagi penulis buku)

  33. aku sendiri ngalami ngalami hal itu bertahun2 di pesantren. aku jd pemuas nafsu santri2 senior.

  34. masalah ini memang susah dibincangkan :
    – agama mana pun melarang
    – kodrat ini bawaan dari dirinya ( kalau boleh disebut tercipta begini )
    – pribadi mana yang mau atau mahluk mana yang mau dikodratkan begini
    – hasrat yang lain dari hidup sesama jenisnya
    – kita sebagai mahluk yang normal aku rasa tidak usah mencemo oh kan
    dan membela mereka biarkan mereka berjalan sediri.
    – kita juga prihatin dan mohon kepadanya jangan ada diantara anak cucu
    kita yang seperti itu amin.

  35. hal biasa…

  36. Diajarkan bergaul yang santun antara santri pria dan wanita. Pemisahan seperti itu mengundanga hal yang lebih parah ! Hubungan sejenis SANGAT dilarang dalam agama ! Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi di pesantern ? Harus ada ,methode pendidikan yang lebih baik, terutama asrama yang memang rentan dengan hal semacam ini.
    Berkata Luth pada mereka (orang2 Sodom) ‘Ambilah anak2 perempuan kami karena mereka halal bagi mkalian’ Mereka (orang2 Sodom) menolak dan mengatakn”tidak, kami menginginkan kedua tamu (malaikat) mu itu….
    Menyedihkan ! Jangan jadikan kehidupan normal mereka sesudah keluar dari pesantren sebagai pembelaan !Penympangan adalah penympangan;pelanggaran adalah pelanggaran.ULAMA harus bisa lebih bijak !

  37. pesantren adlh wadah dan tahapan serta metode untuk mjdkn org2 yg baik. na skrg qta juga hrus tahu bhw metode adklnya brhsil dan adklnya tdk. cuma yg jelas pesantren itu sendri adlh tmpt yg mulia, krn dgnya bnyk mncptkn tokoh2 islam,.
    itulah bukti bhw d dunia ini tdk ada yg smpurna. cuma pesantren sll brusaha tuk menympurnkn yg tdk smpurna.
    dan prlu d ingt tdk smua pesantren ada prlaku yg spt itu. ‏
    فكر قبل الكلام كل ما خرج من فمك مسؤول.
    sblm bcr dpkir2 dulu krn smua prktaan qta akan d prtanggung jawbkn.

  38. Jadi bimbang mau masukkan anak ke pesantren. kalau begini bukannya baik malah merusak masa depan

  39. AKu seorang gay…tapi bukan dari pesantren…..suatu hari ada ustadz baru di tempat aku mengaji…ida ngeliatin terus..akhirnya kami jadian. Dan disitu dia cerita banyak tentang kehidupan gay di pesantren. MEmang benar ada yang seperti itu. Bahkan cowok-ku juga pernah jadi mairil seniornya. Bahkan senior yang udah menikah dan punya anakpun sering berkencan dengan mairil-nya di waktu masih di pesantren. Kata mereka itu udah biasa di pesantren. Tetapi lepas dari santri2 itu gay ato bukan…mereka juga tetap shalat, shalat malam, puasa, ngaji, dakwah bahkan jadi tokoh agama di kampung ato wilayahnya. dan apa yang di kerjakan juga sama kayak santri2 normal, sewaktu aku tanya cowok-ku dan teman2nya yang gay di pesantren….” Kenapa kok gak bisa berubah ?” mereka jawab ” Gay ad 2, gay dari lahir(takdir / pemberian) dan gay karena lingkungan. Rata2 yang aku tanya adalah gay dari lahir. ” Jadi tidak bisa berubah..sama seperti seorang laki-laki normal yang semenjak lahir di beri nafsu oleh untuk suka sama perempuan. Dan kami tidak mengeluh…Karena Allah pasti punya rencana lain untuk mereka…” seperti itu kata mereka. Sebagai info..salah satu orang yg aku tanya’in bahkan udah ada yang jadi tokoh agama dan petinggi di salah satu organisasi islam terkemuka.

    • benarkah? pertanyaannya kemudian klo memang gay itu dari lahir knpa ada laki2 normal ya?saya rasa itu bukan karena gen, hingga kini tak ada kajian ilmiahnya, dan ahli psikologis menyatakan bahwa gay itu karena fkator lingkungan so…anda pun bisa berubah? better late than never

  40. .beda banget sama pesantrenku
    .kasusnya mah berhubungan sama santriwan,………. :/

  41. dulu, wktu msh kuliah, aku mondok malam, aku sempat pindah mahad ke mahad lain karna kasus yg sama, waktu tidur, rusleting celana suka dibuka santri lain, untung klw ketahuan.. santrinya malu sendiri, tp pernah jg sih kebablasan karna saking capeknya aktivitas seharian, bangun2 eh dah basah… bosan digituin terus… soalnya aku gak suka sesama jenis.. akhirnya aku menikah di usia 25 th, tp msh tetep dikerjain klw lg tidur di pesantren..

  42. welcome on earth aja dah… gua maklum aja koq klo hal diatas terjadi di pesantren..

  43. baru denger sambil lalu aja.
    gitu y?
    wow
    serem

  44. sudah menjadi rahasia umum fenomeno penyimpangan sex di pesantren….. saya sendiri pernah xantri di salah satu pesantren di lombok n menyaksikan penyimpangan trsebut… tp klo urusannya ma santri putri sya kurang tau,,,, tpi sih kykx sama aza coz dngr2 crta juga gitu… yyyyayayayyahhhh…. yg pnting jngan lupa sholat dah…..

  45. Selagi yg mlkkn hal trsbut masih trgolong manusia(pejbat,guru,polisi kiyai Dll),jangan di bikin aneh…
    yux ,qt jadiin kebaikan sebagai panutan n kjelekan sebagai pelajaran ?…

  46. ga cuma di Islam aja kok masalah begini.KEBETULAN di negara kita Islam yang jadi korban.coba dilihat kasus di negara-negara lain.intinya bukan agama yang salah,tapi individu nya yang harus lebih banyak merenung dan introspeksi diri serta membuka mata.dan pendapat gw pribadi nih ya,institusi pendidikan bernafaskan agama udah ga selamanya bisa kita judge sebagai institusi paling ilahiah dan paling menghasilkan alumni2 murni dan suci karena membawa ajaran ‘sekolah’ nya itu.ga semua yang lo lihat itu benar!jadi sebagai manusia yang katanya makhluk paling unggul di muka bumi,gunakan akal dan pikiran lo aja.otak ada di kepala atas,bukan di kepala bawah.semoga kita bisa jadi manusia yang utuh.

  47. wah nggak nyangka, kesucian pesantren tlah lama ternodai, aku syok bgt tahu hal nie,

  48. saya adalah salah satu korban nyempet,dan pernah berbuat mairil slama 1 blan!!!
    Saya sadar yg sya lakukan salah…tpi,sya bkanlah seorang gay..
    Skrg sya tlah brhnti dri sbuah pesantren modern…
    Trkdang saya malu trhdap orang yang prnah brbuat mairil dgn saya.saya sngt menysal trhdap klkuan saya ktika d psntren

  49. Askum akhi…..menurut saya buku ini di ciptakan karna pengalaman antum ya hayooo………oyeach btw sebagai pelakuu taw korban nich…..!!!????????????????

  50. Assalamu’alaikum,
    Hati-hatilah saudara/i ku, Tanpa adanya bukti-bukti yang jelas dan nyata bisa-bisa ini jatuh ke dalam fitnah, dan dosa fitnah itu sangat besar saudaraku. Kalaupun seumpama ada bukti yg nyata dan jelas, maka itu termasuk ghibah, dosanya sgt besar, tolong jgn membesar2kannya. Sungguh tiada manusia yg sempurna, bersama-samalah kita saling introspeksi diri,jangan menghakimi orang, ..Astagfirullohal’adziim.. sering-seringlah menghisab diri sendiri karena tiada manusia yang sempurna. Hanya org yg selalu lbh baik dari hari ke hari yg paling beruntung di hadapan Allah SWT.

  51. klo menurutku itu benar-benar terjadi di beberapa pesantren….
    temanku pernah cerita tentang itu semua.
    bahkan dy pernah bilang kalau ada santri yang kulitnya putih, cakep, biasanya jadi rebutan di pesantren….
    oya Novelnya bisa di dapetin dmn ya?????

  52. melakukan mairil itu termasuk akhoffudldloruroin, bayangin aja khan g’ ada cewek, coba klo ada cewek pasti digarap juga kayak di luar pesantren gitu. mendingan deh orang pesantren hanya nyempet paha, tuh orang barat mainnya dubur ato berzina dg cewek. menurtku wajar karna bagian dari penyaluran hasrat, inilah yg paling ringan dari pada zina boy. eh bukan hanya dipesantren lho, di kamp militer dan penjara rame juga and itu mainnya dubur. mana yang paling biadab … ?

  53. Kalau gw ngerti ini dari awal, mungkin dulu waktu ditawarin mondok ama bapak, gw gak bakal nolak kali

  54. biasa…aj,,,aq jg gtu,,,hehehehe…..

  55. saya sendiri adalah orang yang pernah melakukan hal sedemikian dan kini saya sembunyi sembunyi jadi gay. tak tahu kenapa saya tertarik dengan cowok imut. ada rasa ingin memiliki juga….sempet pernah saya lakukan beberapa kali dan itu hanya aku saja yang tahu. meiril, saya pernah suka dan seakan pengen untuk memiliki cowok imut itu tapi tak pernah kesampeyan. waktu berlalu dan kini saya dewasa. saya tahu ada dunia gay di luar, awalnya saya takut akan dosa seperti yang pernah di ajarkan di pesantren. . . apa boleh buat, rasa yang saya miliki lebih kuat hingga pada akhirnya saya ada kenalan cowok dan saya melakukan hubungan badan. kini udah selang banyak tahun dan saya semakin dekat dan tahu dunia gay. saya kini memiliki pasangan gay dan saya menikmati walau di hati kadang menolak.

    saya ingin sembuh tapi saat ini saya mencari jawaban dan saya berjuang untuk mengalahkan rasa yang saya miliki.

    bagi anda yang membaca ini, tolong bantu dan komentari kehidupan saya. saya membutuhkan dorongan dan doa siapa saja agar saya bisa hidup layaknya pria pada umumnya.

    terima kasih

    • roy,, kita senasib..

      pengen berubah

      • Sama

        Gw gak tau lagi harus bagaimana. Awalnya mmg gua niat jauhin, tapi kebutuhan di badan gw gak bisa gue bendung. Gw bener2 gak bisa nahan diri dari nafsu terhadap cowok, tiap kali melihat cowok cakep gw selalu kepikiran..

        Awal2 gw ngelakuin liwath, sangat2 berat..
        Tapi sekarang gw dah biasa, bahkan gw dah ninggalin shalat, gak tau kenapa. Jangan salah faham sobat, ini jelas pertentangan dalam batin saya. Tapi prinsip saya, sesuatu yang sia-sia belaka kalau kita tau itu salah tapi kita tetap melakukan. Kita nangis mohon ampun, nyembah Tuhan, tapi kita ttp menikmati apa yang Dia larang. Bagi gw skrg hidup adalah pilihan, pada akhirnya manusia bakal menuju ke dua tempat: surga atau neraka. Jadi tinggal pilih aja, mau masuk surga ya berenti jadi gay (sanggup kaga?), mau masuk neraka ya silakan nikmati hidup sebagai gay.

    • sama,, aku juaga sepertimu,, mula2 nya akua adalah korban dari ka2′ kelas,, maklum ketika aku masih jadi santri baru d sana, aku termasuk yang imut dan ganteng,, pertama cuma satu orang yang main sama aku,, tpi lama2 banyak yang ikutan melampiaskan napsunya sama aku,, aku parah, pertama nya cuma lewat selangkangan paha, namun lama2 sampai kedubur, pada awalnya terasa sakit, dan sangat sakit, tapi seterusntya, tak merasa sakit lagi, malah enak rasanya,, tahun berganti aku pun mulai beranjak besar, sejkarang aku bukan menjadi korban, tapi malah mencari korban d malam hari maupun siang hari,, tidak terhitung yang telah bermain sama aku, aneh nya mereka malah ketagihan dan sering meminta itu pada aku,, sampai skarang aku sulit menghindri ketika napsu itu datang.. dan bukan hanya d pesantren aja tapi ketika aku pulang kampung, aku cari pemuda kampung,, entah mengapa napsu ku seperti ina,,? aku orang nya milih,, aku cuma mau main atau berhubngan dengan laki laki yang wajah nya ganteng dan bersih saja,, sunguh panjang dunia ini yang ku lewati, mungkin di sini aku tidak bisa menceritakan semuanya, tapi kisah dan delema hidup ku sudah cukup di jadikan satu buah buku,,, yang kesemuanya mencakup tentang kehidupan dunia hitam ku,,,,,,,,,,,,,

  56. apa mreka ga tw klu berhubungan badan sesama jenis dosanya sama dengan zina!!!
    knpa ya???aq bngung hndak brkta apa??rasanya sedih itu kn sma j munafik!!!bljar teori bhwa itu dilarang tpi di kehdpan di praktekn!astgfirullah!!aq hy bsa brdoa smoga org sprti itu di beri hidayah oleh allah tuk berubah!!
    bukan hy jaga agama kta tpi jga keimanan kta!!khauflah slalu pda allah
    cucukan besi panas menanti di neraka

  57. buat yg brbuat sprti itu lawanlah dgn skuat tenaga!!!itu smua hy nafsu dan rayuan syetan belaka !!!kta sndiri yg rugi bukn siapa2!! stiap prbuatan psti ada ganjaran!! buknkah org yg sudah tw dan lbih pham akn mndpat dosa lbih besar krna mlakukn prbuatan itu!! apa gunanya aqidah dan akhlak bila sdah sprti itu!! smua org prnh salah yg pling pnting kta mw brubah
    ingatlah allah mlihat prbuatan kta!!! buat org yg gay or lesbi!!! smpai kpn akn sprti itu??
    hati yg menolak!!!itulah sesungguhy hati yg bersih yg akn mngingatknmu skali sja dan itu mrupkn bisikn allah kpada kt agar kta mmpu mnguasai diri kta sndir!! apa tdak sdih bila hidup di dunia hy untk mlakukan prbuatn dosa smntara mati msuk neraka!! irilah pda org yg bnar2 soleh dan takwa pda allah karna itu akn memotivasi kta tuk brubah knp dia bisa baik smntara aku tdak??
    tnamkn dlm hati dan mulailh brubah slagi allah msih beri ksempatan kta hdup di dunia
    sesungguhnya syetan adalah musuh nyata bagi kta mka hati2lah akn rayuanya

  58. q prnah mondok d pesantren waktu kls 1 SMA,tp g pnah ngalamin kyk gt pdhl q cakep,jd g smw pesantren da yg kyk gt

  59. Aku udh lama dengar cerita kaya gitu.dan dimedia masa juga pernah dipublish ttg hub. sejenis dipesantren. Orientasi seksual orang itu ada heteroseksual, biseksual dan homoseksual. dan kejadian dipesantren itu biasanya dialami oleh cowok berorientasi biseksual dan homoseksual. jadi walaupun udah keluar dari pesantren dan udah menikah sama cewek, tidak akan membuat dia jadi tidak suka dengan cowok. rasa suka sama cowok itu akan ada untuk selamanya. karena, orientasi seksual itu adalah salah satu elemen pembentuk batin/ jiwa manusia yang tidak bisa hilang/dihilangkan. jadi apapun orientasi seksual kamu terima saja dengan ikhlas jangan dijadikan sebagai beban hanya karena memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan orang lain. Tingkatkan saja keahlian kamu dibidang yang kamu sukai maka orang akan segan denganmu dan tidak ada yang berani merendahkanmu hanya karena perbedaan orientasi seksual semata. karena dijaman sekarang yang terpenting bukan masalah orientasi seksual. tapi, kompetensi, dan tindakan positif yang nyata yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat, negara, dan dunia.

  60. waduhhh…….pernah ngalami dan dikecewakan ya…?apa dg ekspose sprt ini jd solusi yg tepat?ayo brsm2 cr solusi yp tepat guna,kenek iwake dak butek banyune!!!!aq yo weroh, tapi harus ati2 ben apik kabeh…OKEY!gak isin-isini almamater

  61. Wah digereja2 lebih parah tuh gan
    Para biarawati yang gak nikah ternyata menjadi pemuas nafsu para pastur-pastur disana, trus bayi mereka dibuang disebuah tempat tertentu digereja.
    Gereja roma yang katanya paling suci justru paling banyak tengkorak bayinya gan.

  62. sering aku menangis dengan keadan ku,, malam nya menangis penyesali perbuatan ku,, tapi siang nya lagi aku lakukan itu lagi,,,, kayak nya udah menjadi darah daging dalam hidup ku,, kalau semuanya tidak terlampiaskan tubuhku akan sakit dan lemas,, aku mohon ada nggak yang bisa bantu aku lari dari semua ini,,?

    • nikah bro..

  63. lo q g setuju itu perbuatan ZIIIIIINAAAAAAAAAAAA yg sangat memalukakan!!!!!!

    NNNAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAJJJJJIIIIIISSSSSSSSSSSSS

  64. sebenarnya kjadian sprti tu “normal”…knapa? karena sepanjang saya tau setiap orang punya “bakat” untuk menjadi biseksual, jadi saat berada di lingkungan dengan satu jenis aja (ce smw ato co smw) maka akan timbul ketertarikan antar sesama jenis. ini akan brpengaruh trhadap kejiwaan, lbh2 utk korban, karena pengalaman seks pertama dgn sesama jnis akan lbh mempengaruhi seseorang berperilaku homoseksual. Jadi mnurut saya, hal2 seperti pembatasan interaksi antar jenis (ce dan co) sedikit ironis dengan anggapan untuk menghindari “hal-hal yg tidak diinginkan”.

  65. hahaha… yg bukan gay jangan sok tahu ah. emang lu kata enak ya jd gay yg konon katanya ga “normal” sedangkan dianya sukanya sama cowok. di dunia gay ada yg suka ngeseks doang dan banyak jg yg cr pasangan serius. Ini sama aja dgn di dunia straight. bahkan lebih parah klo di dunia straight krn bs jd hamil trus anaknya dimatiin (rahasia umum nih). jgn bawa2 ayat jg krn yg bisa nafsirin ayat itu kan orang2 yg disucikan. Al muthahharun (yg santri kudu ngerti nih). mending tanya ma Tuhan aja dulu, Dia berkenan ato nggak. teliti diri dulu, siapa lu? (bhs kerennya Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Robbahu). teliti mana jasad, jiwa, ruh, dan yang paling penting siapa kamu? (gw ngga nanya nama, suku, pekerjaan, keahlian, ciri fisik, yg gw tanya siapa kamu?) fakta yg gw temuin: jumlah mereka banyak banget kok. nggak percaya? cek aja…

  66. homo udah ada sejak dulu jadi ga aneh

  67. kayaknya penulis menikmati masa lalunya,gue yakin dia tuh santri seniornya.dia perintis mairil ini,so pasti enak ya..masukin terusss

  68. dasar busuk kelakuan pesanternnya….najis…..ngatain orang haram kelakuannya kayak kambing saja yang haus seks……pesantern pacarku bahkan kayak begitu….iiihhh najis

  69. mayril didunia pesantren memang ada, mayril it sebutan untuk santri putra yg berparas imut, menyerupai wanita dllx
    tapi untuk hubungan sesama jenis dipesantren itu juga ada tingkatanxa, kalau gk salah 3 tingkat.
    istilahx senang ke mayril itu ada 3 tingkatan :
    > tingkat atas
    > tingkat tengah
    > tingkat bawah

    yg paling rentan adalah tingkat bawah, biasanxa ini didomisili santri2 yg nakal dan jarang mengikuti kegiatan sehingga tumpul akan pemahaman ilmu agama islam
    jd, mereka suka menyempet mayrilxa.
    -> tingkat menengah biasanxa didomisili santri2 yg aktif mengikuti kegiatan tp blom begitu paham ilmu agama, soalx mash beberapa tahun mondok, biasanx untuk mayrilxa ada yg disempet dan tidak
    -> untuk tingkat atas ini, mereka didomisili santri2 yg pinter2 dan paham akan ilmu agama, mereka ada perasaan senang ke mayril tp mereka tdk melakukan hal yg negatif, malah mereka mengajak mayrilxa belajar, diksh tau cara pemahaman ilmu agama dan dgn adanxa mayrl dipesantren membuat suasana indah dan betah untuk belajar, mereka senang kemayril hanxa dihati saja cuma buat semangat belajar, soale santri mondok untuk paham ilmu agama butuh waktu bertahun tahun, tp tdk semua santri seperti ini.

  70. selama ana jadi santri di kediri dan pernah juga diamanahi jadi pengurs pesantren tidak pernah sama sekali ana mengalami dan mengetahui hal tersebut dilakukan oleh santri, jadi gak bisa dipukul rata, yang salah itu santri-santrinya bukan pesantrennya

  71. namanya seks adalah manusiawi, dimanapun kapanpun, ingat!!!! sebagian tokoh2 agama, lembaga keagamaan, artis2 yang berdakwah, pernah melarang ‘Goyang Ngebor’ dan goyang2 yang lain, bahkan sampai mencekal artis bersangkutan, mereka sebenarnya munafik. kalau gak suka ‘goyang2′ ngeseks ga usah nontonlah, ‘goyang’ itu hiburan bagi mereka yang haus hiburan, meskipun itu dibilang pornoaksilah, tak sesuai normalah d semacamya, kalau mau dakwah ya dakwahlah di tempat yang tepat, mis: orang2 FPI, kasih dakwah mereka (FPI) biar ga selalu bikin ribut dan sok jago bikin jelek Islam aja, emangnya mereka aja yang punya bumi ini….????

  72. Saya pernah nyantri di sebuah pesantren terkemuka, tapi gak mau bilang fenomena itu da ato gak ada. Ini rahasia. Nnati kita dosa

  73. Manusia dilahirkan dengan membawa fitrah (potensi dasar) kemudian lingkunganlah yang membentuk manusia itu menjadi fujur atau taqwa. saya sangat terkejut dengan hal ini, tapi kemudian saya berpikir bahwa kelembagaan Islam sudah saatnya memperbaiki diri untuk bisa mencetak manusia yang tidak mengembangkan potensi jahat walau sesaat.

  74. menurut saya,hal seperti itu bukan tradisi,tetapi ya hanya kelakuan segelintir orang yg mempunyai kelainan pd seksualitasnya,klu dikatakan tdradisi.sangat jelas q tidak setuju.karna klu dikatakan tradisi,berarti adalah hal perbuatan yg di legalkan oleh pesantren,pd kita semua th,hal seperti itu haram hukumnya,dan dosanya sangat besar,dan hal ini jelas dilarang pesantren,

  75. menurut saya,orang yg melakukan sek sesama jenis itu terjadi karna nafsu hasratnya besar,bingung gimana caranya,dan juga g bisa bertemu dengan beda jenis,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>