Waspadai Jebakan Kartu Kredit

Kartu  kredit sudah menjadi alat pembayaran yang lazim digunakan orang saat ini karena kemudahan dan kepraktisannya. Akan tetapi, jika kurang bijak dan berhati-hati menggunakannya uang plastik tersebut justru bisa menjerat dan menenggelamkan Anda dalam kekacauan finansial.

Nah, berikut ini adalah lima jebakan kartu kredit yang sebaiknya Anda hindari menurut Susan McCarthy, penasihat finansial sekaligus penulis buku The Value of Money:

1. Pembayaran minimal

Jangan hanya membayar pembayaran minimal kartu kredit setiap bulannya. Sebab, kebiasaan itu akan memperpanjang masa pembayaran dan bunga kartu kredit akan menambah besar utang secara keseluruhan.

2. Jumlah kartu kredit

Hindari memiliki banyak kartu kredit karena mempertinggi risiko Anda terjerumus ke dalam belitan utang. Selain itu, beberapa kartu kredit yang dimiliki akan menyulitkan Anda untuk melacak pengeluaran. Memiliki banyak kartu kredit sebenarnya tidak masalah asalkan Anda tidak menyalahgunakannya. Sebaiknya, batasi kepemilikan kartu kredit maksimal dua buah.

3. Tanggal jatuh tempo

Jangan pernah melewatkan tanggal jatuh tempo pembayaran kartu kredit. Anda bukan hanya akan terkena denda akibat keterlambatan pembayaran, melainkan juga tingkat suku bunga yang jadi melompat. Daftarkan diri Anda untuk fasilitas online banking guna mempermudah pembayaran tagihan kartu kredit.

4. Penarikan tunai

Jangan memilih fasilitas penarikan uang tunai lewat kartu kredit Anda. Sebab, fasilitas tersebut biasanya disertai dengan tingkat suku bunga yang tinggi serta tambahan biaya layanan. Sungguh cara yang terlalu mahal untuk menarik uang tunai!

5. Iuran tahunan

Jika memiliki kartu kredit, perhitungkanlah juga iuran tahunan yang mesti Anda bayarkan dan ingatlah kapan harus dibayar. Meskipun relatif rendah, namun jika Anda memiliki banyak kartu artinya akan banyak pengeluaran yang tidak penting juga. (ICH)

Kartu Kredit bisa Jebakan Hutang dan Malapetaka jika:

1. Anda tidak membayar tepat pada waktunya, tepat waktu saja sudah kena charge sekitar 5 s/d 10 Ribu tiap kali melakukan pembayaran terutama jika tranfer dari bank. Apalagi anda terlambat bayar dari tanggal jatuh tempo.

2. Terlambat s/d 1 Minggu anda akan segera di telpon dari petugas kartu kredit, jika anda akhirnya jadi membayar anda akan kena denda 25 s/d 100 ribu. Plus bunga harian.

4. Terlambat s/d Tanggal cetak credit card berikutnya anda akan kena bunga yang mengerikan yaitu s/d 4 Persen tiap bulan sekali lagi empat persen tiap bulan. Coba bayangkan kalau 1 tahun maka anda akan kena bunga sampai 4 x 12 = 48 persen per tahun. Gila inilah awal malapetaka dan jeratan hutang itu.

5. Terlambat lebih dari satu bulan maka penagih yang lebih garang benama dep collector atau juru tagih profesional akan segera mengubungi anda. Bukan hanya itu anda saudara anda juga akan di telpon dan anda akan malu dibuatnya.

6. Jika anda juga belum bayar juga maka berikutnya DC itu akan datang kerumah anda, dan menagih lagi kenapa anda masih juga belum bayar.

7. Kartu anda di blockir, anda dimasukkan daftar blacklist baik oleh penyelenggara kartu kredit dan oleh bank.

Tips dan Trik Hindari Perangkap Kartu Kredit

Kartu plastik berdesain cantik dapat menciptakan candu yang luar biasa bagi para pemilik dan penggunanya. Yaa..Kartu kredit! Dewa penolong bagi setiap kita yang membutuhkan dana mendesak untuk suatu kebutuhan (atau hanya sekedar keinginan?).

Menggunakan kartu kredit sama saja dengan kita memiliki hutang dalam jumlah tertentu. Jika kita terlalu banyak hutang, terutama kartu kredit, bisa dibilang kita tidak memiliki jaminan masa depan financial yang baik. Jadi pengaman seperti apa yang kita perlukan untuk mengantisipasinya ?

1. Tolak kenaikan plafon kartu kredit anda, bahkan pertimbangkan untuk mengurangi plafon kartu kredit yang anda miliki. Ingat, masalah anda adalah sebesar plafon kartu kredit anda.

2. Keluarkan kartu-kartu kredit itu dari dompet anda. Dan sebagai gantinya, bawalah kartu debit sehingga anda tidak akan menghabiskan uang yang tidak anda miliki.

3. Tulislah cek dan bayarlah dengan uang tunai. Karena secara psikologis, kita lebih sulit untuk menulis cek atau membayar tunai, dibanding dengan menggesek kartu.

4. Singkirkan semua kartu yang ada kecuali satu atau dua kartu kredit yang berbunga paling rendah.

5. Biasakanlah membuat simpanan kecil untuk rencana keuangan yang besar.

6. Beritahu kepada kerabat, teman dekat, suami atau siapapun tentang rencana efisiensi kartu kredit anda. (Diracik dari beberapa sumber)

1 Comment

  1. fuad
    Feb 13, 2010

    alhamdulillah aku takpunya kartu kredit

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>