Ucapkan Selamat Natal, eh Dipecat..

“Saya mengucapkan Selamat Natal untuk menghormati Nabi Isa,” tandas Mohammad Shofan kepada Radio Nederland Wereldomroep. Tapi pengurus Muhammadiyah Cabang Gersik menilai pendapat Shofan itu bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu mereka menuntut agar Universitas Muhammadiyah Gersik UMG memecat Mohammad Shofan sebagai dosen. Inilah nasib yang menimpa seorang dosen yang ingin muncul sebagai seorang muslilm pluralis dan toleran.

Pendapat mantan dosen Universitas Muhammadiyah Gersik ini tertulis dalam sebuah artikel yang berjudul Natal dan Pluralisme. Alasan teologisnya adalah surat Maryam ayat 33, tambah Shofan. “Di situ Al Quran mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Isa, “tutur Shofan mengutip ayat tersebut. Ditambahkannya, ia mengucapkan selamat natal itu bukan berarti ia mengakui bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Mohammad Shofan juga menambahkan, bahwa tokoh Muhammadiyah seperti Amien Rais, Syafii Ma’arif dan Din Syamsudin juga mengucapkan Selamat Natal.

Tapi pengurus Muhammadiyah di Gersik berpendapat lain. Menurut mereka mengucapkan selamat natal itu tidak boleh, karena itu berarti ikut meyakini bahwa Yesus itu Tuhan. “Mereka juga mendasarkan dari fatwa Majlis Ulama, bahwa mengucapkan selamat natal itu haram,” tambah Shofah. Pimpinan Muhammadiyah Gersik menilai artikel Mohammand Shofan itu meresahkan warga di Gersik. “Kemudian ucapan natal itu tidak sesuai dengan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah, dianggap tidak sesuai dengan AD/ART, dianggap tidak sesuai dengan putusan Majlis Tarjih dll,” tandas Shofan menjelaskan pendapat pimpinan Muhammadiyah daerah Gersik.

Mengenai ucapan selamat natal, Syafik menilai itu sah-sah saja. Tapi dia tidak akan mengucapkan langsung Selamat Natal demi menghindari kontro-versi. Dan Syafik Mugni juga menghargai hak orang-orang yang menentang pengucapan selamat natal, seperti pimpinan daerah Muhammadiyah Gersik.

Setelah rapat berkali-kali, pimpinan Muhammadiyah Gersik meminta rektor UMG agar menonaktifkan Mohammad Shofan sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Gersik. Tuntutan mereka itu diperkuat dengan ancaman akan mengerahkan massa Muhammadiyah. Karena ancaman itu, akhirnya Shofan dipecat tanpa diberi kesempatan untuk memberi klarifikasi tentang artikelnya. Pada saat rapat Badan Pelaksana Harian (BPH) UMG diambil suatu keputusan untuk memecat Shofan.

Setelah diminta saran oleh Shofan, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Din Syamsuddin menyarankan agar Shofan berkonsultasi dengan Prof. Syafik Mugni, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Guru besar ini menyarankan agar Shofan tidak menempuh jalur hukum. “Karena akan belarut-larut dan prosesnya akan panjang sekali,” tutur Shofan mengutip Syafik Mugni. Shofan akhirnya pasrah saja. Bagi dia yang penting kasus ini diketahui oleh media. “Sehingga paling tidak ini bisa dipublikasikan dan masyarakat menjadi tahu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu bersikap seperti itu kepada saya,” jelas Shofan.

Ditanya apakah bisa berbuat untuk membantu Shofan, Prof. Syafik Mugni mengatakan kepada Radio Nederland Wereldomroep, bahwa dia tidak berwewenang untuk mempengaruhi keputusan UMG itu. Syafik Mugni: “Tidak punya wewenang untuk intervensi dalam masalah itu ke dalam universitas. Strukturnya itu langsung di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.” Prof Syafik menyarankan agar Shofan diberi peringatan dulu sebelum dipecat. Mengenai ucapan selamat natal, Syafik menilai itu sah-sah saja. Tapi dia tidak akan mengucapkan langsung Selamat Natal demi menghindari kontroversi. Dan Syafik Mugni juga menghargai hak orang-orang yang menentang pengucapan selamat natal, seperti pimpinan daerah Muhammadiyah Gersik itu.

Syafik menyadari bahwa sikap pluralis para pemimpin Muhammadiyah seperti Amien Rais, Syafii Ma’arif dan Din Syamsuddin, kurang dipahami oleh kebanyakan warga Muhammadiyah. “Itu memang terjadi perbedaan pendapat baik di kalangan Muhammadiyah atau di kalangan umat Islam secara umum,” tandas pimpinan wilayah Muhammadiyah Jatim ini. Untuk menghindari konflik seperti ini di masa mendatang, menurut Syafik, perlu diadakan banyak dialog terbuka. “Perbedaan itu harus kita hargai dan ini harus terus kita sosialisasikan. Tidak usah saling menyalahkan. Karena itu kenyataan bahwa kita berbeda pendapat, “tegas Syafik.

Prof. Syafik Mugni dan Mohamad Shofan tidak menutup kemungkinan bahwa alasan pemecatan Shofan ini bisa jadi bukan hanya karena kasus penghalalan mengucapkan Selamat Natal itu. Namun, menurut Syafik, Shofan tidak patut disanksi atau dipecat kalau alasannya hanya karena dia menulis artikel yang berjudul “Natal dan pluralisme” itu. (http://www.ranesi.nl)

11 Comments

  1. Amaris
    Dec 14, 2007

    Apa yang diinginkan orang-orang Muhammadiyah itu ya! Bikin ruwet dan rusuh melulu. Ini Indonesia bung! Mayoritas penduduknya bukan pengikut aliran yang diyakini keluarga besar Al-Saud, jangan tampilkan Islam dengan “wajah horor” donk! Mau tampil dengan wajah HOROR, bikin aja pentas bersama dengan Israel, sama-sama HOROR.
    Lebih baik , Mohammad Shofan mundur jadi dosen aja, daripada berada di sarang “Anti Keragaman.” Ke jogja aja pak Shofan, ada pekerjaan yang lebih baik menunggu Anda!

  2. Aswaja
    Dec 14, 2007

    Sejak kapan Muhammadiyah di tunggangi Aliran sesat wahabiyah salafiyah..??

    ML:???

  3. nasrani_culun
    Dec 14, 2007

    Sekali politisi abangan, tetep aja abangan, Din’…..
    Gak cukup pake jenggot, teriak Allahu Akbar, trus’ normatif-normatif—an. Menclok sana, wawancara disini, komentar sebentar, seminar-seminaran.

    Mosok membetulkan salah aja lempar sana-sini,……ke..ke…
    Gak usahlah maen agama, itu wilayah hitam-putih, sunah, mubah dan makruh. Kalo memahami perkara yang “tidak terlalu sulit” (…bukan filsafat ‘Khan…), musti lempar-lemparan, gaK TeGes, binGunG, mendingan turun ajahh….kasih tau’ baju aslinya, Mau jadi Wapres Yahh ?
    Selamat memperingati Hari Lahirnya Isa A.S !!

  4. nilam
    Dec 15, 2007

    Sepertinya orang-orang itu menganggap bahwa ucapan Selamat Natal ibarat “Syahadat”nya orang yang mau masuk kristen aja. Buktinya, orang yang mengucapkan selamat natal langsung dituduh meyakini agama Kristen. Emangnya mereka gak meyakini kelahiran Nabi Isa ya ???

  5. arus dewa
    Dec 17, 2007

    Muhammadiyah itu ternyata tidak punya sikap toleran terhadap warganya sendiri, trusbagaimanaya dengankelompok diluarnya, jangan-jangan lebih keam, hua hua hua. ternyata Muhammadiyah nggak lebih baik dengan FPI… main hakim sendiri….

  6. ana krisna
    Dec 17, 2007

    sejak dulu saya sudah menduga bahwa Muhammadiyah bukanlah organisasi yang tepat untuk diikuti… kulit luarnya saja yang modern, tetapi dalamnya (maaf) kroposss. saya pribadi lebih menghargai pak syafii maarif yang punya komitmen alias tidak plin plan dari pada dien syamsuddin yang tidak jelas arah dan tujuannya. dia itu tukang jilat, nalar politiknya ndeso bangeet… jujur ya, NU yang katanya tradisional, primitif tapi jauh lebih santun dalam menyikapi perbedaan.. Buat pak shofan, saya sangat salut, ternyata anda lebih memilih dipecat dari pada bertahan di markaz wahabisme..

  7. arya
    Dec 17, 2007

    Pak shofan sekarang jauh lebih produktif dibandingkan dulu masih aktif mengajar di UM Gresik… tulisannya jernih, pikirannya mengalir tajam, penanya tak pernah sepi dari gagasan aktual yang selalu mengundang kontroversi. selamat berkarya, semoga peristiwa pemecatan yang pak shofan alami ditulis oleh sejarah sebagai tangga awal menuju sukses..

  8. fandhy
    Dec 24, 2007

    menghormati nabi Isa a.s. menurut saya sah-sah saja, karena itu merupakan bagian dari iman kepada rasul Alloh SWT. Tapi setahu saya, yg jadi kontroversi adalah, apakah nabi Isa a.s. itu adalah tuhan yesus nya nasrani? Menurut Islam, nabi Isa a.s. lahir di bawah pohon kurma. sedangkan tuhan yesus nya nasrani, lahir di kandang kambing.

  9. muliya
    Jan 31, 2008

    bagi pak shofan, sy salut bpk sgt2 menghargai perbedaan d indonesia ini, thx n GBU always.

  10. yeni
    Mar 10, 2008

    Untuk semua unsur di muhammadiyah terutama pada struktur pimpinan hendaknya lebih bisa bersikap arif bijaksana dalam setiap tindakan dan ucapannya serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum(artinya memilki landasan berucap dan bertindak sesuai hukum Allah Swt) sehingga tidak akan menimbulkan kebingungan bahkan mungkin penyesatan terhadap umat muslim lainnya yang ingin melaksanakan Islam secara konsisten.Tidak mengucapkan selamat natal bukan berarti tidak menghargai umat lain,banyak cara untuk melakukan toleransi yang tidak keluar dari akidah.Ada langkah-langkah yang dicontohkan oleh Rosulullah ketika ada seseorang yang melakukan kesalahan,selayaknya orang yang melakukan kesalahan tersebut diberi peringatan terlebih dahulu.

  11. wahyu btm
    Jun 11, 2009

    Muhammadiyah itu kan wahabi yang ngaku bukan wahabi, jadi yang bukan wahabi jangan mencari makan ditempat wahabi, sayangnya tak banyak yang tahu, sama seperti HNW {wahabi taqiyah}..

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>