Tantangan dan potensi gangguan terhadap “jalan” ini di masa-masa mendatang tidak akan lebih kecil dari sebelumnya kalau tidak lebih besar.
1. “Kita” masih disalahpahami oleh Pemerintah dan aparat keamanan karena tuduhan tak berdasar “gerakan transnasional” yang berafiliasi secara ideologis dengan sebuah negara nun jauh disana karena data-data yang tidak valid dank arena kcurigaan yang bugil dari fakta. Continue reading
Author Archives: Muhsin Labib
Perspektif “Das Sein”
Agama dihadirkan demi menciptakan individu dan masyarkat yg kacau menjadi tertib, ataukah dihadirkan utk menjadi aturan bagi individu dan masyarakat yg sudah tertib? Bila agama dihadirkan utk menertibkan individu dan masyarakat yg semula kacau, maka mestinya masyarakat beragama menjadi tertib. Continue reading
Terma pencarian yang masuk:
Paradoks “Habib Penebar Benci”
Ironis! Seorang selalu memajang gelar habib malah getol menabur kebencian, menganjurkan orang lain secara terbuka memusuhi kelompok lain dengan modal subjektivitas pemahamannya. Lebih ironis lagi, gelar yang mestinya menghembuskan aroma semerbak cinta kasih malah digunakan sebagai “sertifikat” dan jaminan keabsahan sikap inteloran. Continue reading
Terma pencarian yang masuk:
Need for Speed
Menjelang bertambahnya usia, saya bertekad melakukan beberapa hal baru. Salah satunya adalah berolahraga demi memperkuat jantung dan mengusir lemak yang menumpuk di area perut. Untuk itu, adik saya menyarankan saya membeli alat olahraga, sebuah treadmill dengan perangkat penunjangnya seperti sepatu khusus running, kaos khusus running dan sebagainya. Continue reading
Terma pencarian yang masuk:
Human Error
Beberapa hari lalu saya bertemu dengan seseorang di perpustakaan kantor yang kemudian berlanjut dengan obrolan tentang skenario film yang sedang digarapnya. Karena dunia ini adalah hal baru, maka saya kasih pendapat dan saran. Saya juga jadi tergerak membuat novel Tapi lambat laun arah perbincangan, yang seharusnya mengasyikkan tentang perfilman, menjadi aneh. Continue reading
Terma pencarian yang masuk:
“Manusia Tapi”
tapi menawar firman-Nya…
Mengharap keadilan tapi
menyepelekan janji-Nya
Menentang kezaliman
tapi mendekap absurditas
meyakini Muhammad,
tapi menelikung wekasnya
Menanti fajar,
tapi menolak surya…
berlagak rasional,
tapi meliburkan logika
mengaku kritis,
tapi menolak aksioma
siap berjuang,
tapi tinggalkan arena
boros teks,
tapi pelit makna…
merasa optimis,
tapi gamang
berlagak militan,
tapi gagap konsep
mengaku relijius,
tapi benci toleransi
ejakulasi dalam nalar
gagap dalam wacana
narsis tanpa riasan
mabuk oleh ortodoksi
manusia linglung,
manusia bingung
manusia libur nalar
manusia cuti logika
“manusia tapi”
Terma pencarian yang masuk:
- --------------- Percaya pada agama Tuhan tapi menawar firman-Nya… Mengharap keadilan tapi menyepelekan janji-Nya Menentang kezaliman tapi mendekap absurditas meyakini Muhammad tapi menelikung wekasnya Menanti fajar tapi menolak surya… berlagak rasional ta
- makalah aksioma logika
- makalah aksioma
- labib demo sampang
- gambar burung merpat ewean
- firmanNya dalam gambar
- aksioma rasional adalah
- aksioma logika
- aksioma ekonomi islam
- mengaku kritis miskin aksioma
YLBHI: relokasi warga Syiah Sampang bukan solusi

Adukan Pembakaran Pondok Pesantren Ketua komunitas Syiah Sampang Ali Murtadha alias Tajul Muluk (kiri) didampingi Ketua Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia Umar Shahab memberikan keterangan pers seusai beraudiensi dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1). Pertemuan tersebut membahas langkah lebih lanjut terkait insiden pembakaran pondok pesantren yang beraliran Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Sumber Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, beberapa waktu lalu, serta nasib sekitar 400 warga yang masih berstatus pengungsi. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai rencana relokasi terhadap pengungsi warga Syiah Sampang ke lokasi baru bukan penyelesaian persoalan. Continue reading
Terma pencarian yang masuk:
Launching Sekolah Tinggi Filsafat Islam STFI SADRA
Launching Sekolah Tinggi Filsafat Islam STFI SADRA & Seminar Internasional “PERAN FILSAFAT ISLAM DALAM MERAKIT PERADABAN” bersama Wamen Kementerian Agama, Direktur Diktis dan para pakar Filsafat Nasional dan Internasional, Hari Kamis: 12 Juli 2012, jam 08.30 – 16.30 di GRAHA SUCOFINDO Lt. 2, Jl. Pasar Minggu Jakarta. (mohon disebarkan).
Terma pencarian yang masuk:
SEMINAR INTERNASIONAL MAHDAWIYAT
Dengan Tema : Mahdiisme, Keindonesiaan dan Persatuan Bangsa.
Bersama :
Prof. Dr. Hassan Rahimpour Azghadi
Prof. Dr. Hanief Saha Ghafur
Dr. Haidar Bagir,MA
Dr. Muhsin Labib,MA
Subhi Ibrahim,MA
Hari / Tanggal : Senin, 9 Juli 2012
Jam : 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Auditorium Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang, Jakarta Selatan
GRATIS dan Terbuka Untuk Umum dan TOLONG BANTU DISEBARKAN….
Terma pencarian yang masuk:
Topeng Agama
Beberapa hari lalu sebuah harian memuat berita kasus korupsi. Yang menarik bukan beritanya, namun foto tersangkanya. Dia duduk di kursi pesakitan dengan mengenakan busana kyai lengkap dengan selendang peci putih. Wajahnya juga menunjukkan ekspresi “melas” yang bisa menguras iba.
Ada yang lebih dramatis. Sebagian maling berdasi itu selama masa persidangan memelihara jenggot dan menunjukkan prilaku saleh formal. Para wartawan bodrex pun mengeksposnya sesuai order. Yang lebih menjengkelkan, kadang ada ‘badut-badut’ berpakaian ala ‘superman bersorban’ bersama kru bayarannya menjenguk koruptor yang sedang uzlah di LP atau sel tahanan Kepolisian, bahkan kadang di hadapan kamera mendoakan dan menyatakan dukungan dan simpati.
Rupanya peci dan koko bukan hanya trend musiman saat menjelang pilkada dan pemilu, para terdakwa kasus korupsi uang negara pakai muslihat ‘eksploitasi simbol agama’ seraya berharap mampu mempengaruhi sisi sentimen kagamaan hakim dan menyelamatkan sisa muka yang hancur di tengah opini publik.
Tapi masyarakat kita kini makin cerdas dan tidak mudah dikelabui dengan permainan simbol-simbol agama. Korupsi yang dilakukan oleh siapapun adalah tindakan yang harus diperangi karena ia adalah kejahatan ifsad fil-ardh (perusakan di muka bumi). Karena dampaknya yang sangat luas dan bahkan mengakibatkan hilangnya nyawa, maka hukuman mati terhadap kasus-kasus besar korupsi adalah balasan yang setimpal.
Syukurlah, gugatan terhadap undang-undang hukuman mati telah ditolak MK. Itu berarti negara perlu memberikan efek jera dengan menghukum mati kopurtor kakap.





