Mohon doa (1)

sad.jpg

Apa mesti dikata saat bongkah bencana hantam kepala dan himpit dada?

Apa mesti dikata saat daur waktu bergulir berderak dalam kesunyiaan?

Mengapa mataku meleleh?

Mengapa nafasku tersekat?

Mengapa syarafku bergetar?

Kemana lamunan mengembara, distulah sketsa derita terpampang

Kemana mata melihat, disanalah wajah pemfitnah menyeringai

Desau angin,

desah daun,

gemericik air,

wajah polos anak,

kegundahan istri

dan semuanya berpadu dalam himne berdesir sepi.

Akankah ini berakhir?

Tuhan, hari-hari ini kepala hamba-Mu nantikan elusan tangan

dambakan sepercik iba dari samudera kasihMu

… agar ceria mentari pagi bisa dirasa

agar bundar purnama bisa dinikmati

agar aroma keringat anak bisa dihirup

agar sisa reruntuhan jiwa ini dapat ditata lagi

Mohon doa

5 Comments

  1. saat ku cari cahaya dlm kegelapan warna
    yg kutemui dia bayang malam yg terluka..dan patah sayapnya penuh dengan darah…
    dia menyelipkan mimpi namun malangnya telah di nodai..
    namun harum namanya bagaikan bunga cinta yg takkan pudar walau dibasahi hujan..
    kucoba mengisi tinta dalam puisi cintanya namun tertumpah dan tintanya berdarah,tersingkir dari artian makna yg sebenarnya..
    karena bunga cinta telah termiliki oleh jiwa indah yg mempesona..
    namun purnama menjadi saksi aku tetap memujanya..
    walau aku hina dan tau akan terluka tapi cinta ini takkan pernah aku tukar dengan apapun…
    aku mencoba menghilang dari pandangannya tapi semangatku akan tetap bersamanya..
    Demi DZAT yang kekal abadi..aku mengasihi dengan kasih suci tanpa mengharapkan tanpa ingin memiliki..
    airmataku adalah bukti dan kegelisahanku adalah saksi bahwa deritanya adalah kematian bagiku..
    Demi DZAT yg menguasai hati…
    kesedihanku atas deritanya adalah ikatan suci
    ketidakberdayaanku menolongnya adalah penyesalan tiada henti..
    kelemahanku adalah rasa bersalahku…ingin ku peluk deritanya..kebahagiaannya adalah surga bagiku dan deritanya adalah siksa yg sangat pedih..
    Demi DZAT yg maha mengetahui rahasia hati
    aku mencintainya dengan cinta yg berbeda
    andai aku mampu menukar deritanya walau dengan kematianku maka terjadilah…
    kehilangannya adalah kekosongan jiwaku dan atas kesedihannya airmataku berubah menjadi darah

    wahai pemilik nama yg sangat berwibawa
    demi umurku yg tak bertahan lama
    demi hatiku yg dipenuhi luka
    keharuman namamu akan semakin tercium dan kebesaran jiwamu akan semakin terlihat
    wahai nama yg memiliki kekuatan
    jangan pernah rapuh akan urusan dunia walaupun kau bukan orang suci dan dosa masih bersamayam di tubuhmu
    yakinlah akan kasih Tuhanmu….
    Demi sang pemilik jiwamu..
    jangan kau siksa batinmu dengan kegelisahan yg sia sia..

    saat ini buanglah semua kegelisahan yg sia sia
    tataplah mata yg penuh sinar pengharapan
    tataplah mata membutuhkan kasih dan cintamu
    mata belahan jiwamu dan separuh nafasmu
    yg di dalam tubuhnya mengalir darahmu dan semangat hidupmu yg sesungguhnya…
    dan dia akan jadikanMU kesatria yg takkan dapat tercabik2 oleh pedang fitnah..

    Reply

  2. Gelap-terang
    Surut-pasang
    Sesak-lapang
    Gundah-riang

    Pantulan sang Ada
    Denyutan sang Pecinta
    Merengkuh segala
    Memusnah yang tiada

    Meliuklah bersama
    Melodi nada-nada Cinta
    Biarkan dunia dan kepahitannya meragi
    Manisnya anggur cinta tuk menjadi

    Reply

  3. Sang Rabb berkata,
    Manusia diciptakan dalam kabad (derita),
    Seperti deritanya hati (lever) slalu berjuang tuk bersihkan darah,

    Lalu Sang Rabb berkata lagi,
    Semangatlah tuk mendaki jalan nan curam,
    jalan tuk saling bantu di saat sulit,
    saling nasehat di saat pasang dan surut

    Hidup adalah perjuangan,
    Atom tak terlihat ketika diam,
    Lalu, mana mungkin makhluk super canggih bernama manusia,
    berharap tuk slalu diam tanpa dinamika,
    seperti sebuah batu, mati.

    Terimakasih. Aksara-aksara sejuk ini sungguh menyadarkan saya.

    Reply

  4. Vengeance comes to those who wait …

    Reply

  5. diriku pernah mati terdera sakit yang akut…
    namun diriku takkan pernah mati merasakan cinta darimu…
    walau menyakitkan tapi aku butuh itu…
    walau pipiku harus dijadikan menjadi sebuah hujan air mata…
    namun nada air yang tertoleh dipipiku telah meremuk hatiku…
    nada air itu menyakitkan tapi kan ku tetap menyapamu di hari esok…
    walau nada air itu menyakitkan…..
    namun ku butuh nada air yang telah memakan hatiku…..
    yang dulu cidera oleh cintamu…..

    karya ayoe from boegoer

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>