Rumah 'Tusuk Sate'

yin-yang.gif

Sejak Agustus 2006, saya pindah rumah kontrakan. Letaknya cukup bagus, sepi dan aman karena berada dalam semi kompleks. Dalam rumah itu banyak lampu di sudut-sudutnya, juga sebuah kolam air mancur di halaman depan. Karena ingin menghemat listrik, lampu-lampu variasi dan aliran listrik ke kolam itu pun saya matikan.

Suatu saat seorang teman yang sering menjadi tamu langganan mengingatkan saya bahwa posisi rumah itu tusuk sate dan dikhawatirkan akan memberikan pengaruh-pengaruh negatif terhadap susana rumah yang berhubungan dengan suasana jiwa dan pikiran. Dia pun menjelaskan panjang lebar tentang mitologi fengshui.

Untuk meyakinkan saya, diia memperkenalkan saya kepada seorang Master Tai Chi yang sangat ramah. Saya yang awam soal beginian dan kebetulan lagi mencari ketenangan akhirnya terpengaruh. “Apa salahnya mengikuti petunjuk fengshui selama tidak mengarah kepada syirik,” gumamku dalam hati. Sejak saat itu, air mancur selalu mengalir lirih depan rumah.

Ternyata memang dampak psikologis dan ekologisnya cukup terasa selain dampak astrologisnya. Bukan Cuma itu, kaca depan rumah juga telah dilapisi dengan kaca film yang mampu memantulkan apa yang diyakini oleh para ahli fengshui sebagai energi buruk akibat posisi tusuk sate.

Syirikkah tindakan saya? Fataliskah? Apakah fengshui bisa dijustifikasi secara ilmiah? Ataukah itu hanya mitos yang tidak dapat dipertanggungjawabkan?

9 Comments

  1. WORLEWOR
    Nov 22, 2007

    Sementara WORLEWOR no comment dulu, soalnya mau tanya dulu ke pakar Feng Shui boleh gak ‘comment’ tentang rumah tusuk sate

  2. amuli
    Nov 22, 2007

    Pertanyaan soal syirik tidaknya mengambil feng shui jadi rujukan cukup bikin geli. Tetapi saya jadi inget kata Nabi saw, “Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”. Nah, jangan-jangan feng shui pun bagian dari sesuatu yang bisa kita pelajari. Apalagi Amirul Mukminin Ali mengatakan bahwa hikmah itu dapat diambil darimana saja maka jika feng shui mengandung hikmah, kenapa tidak diambil saja. Lagian, kata ahli Ibnu Arabi, semua ini adalah nama Allah. Kalau sudah pake “semua” artinya feng shui pun termasuk nama Allah, manifestasi-Nya. Jadi, ambil saja lah. Btw, kira2 bisa gak ya ahli fengshui itu dipanggil ke luar jakarta? Siapa tahu dia bisa terawang posisi rumahku sehingga bisa keluarkan energi negatifnya.

    ML: Master itu bernama Saeho. Ia tinggal di Jakarta.

  3. trixi
    Nov 22, 2007

    Secara umum, fengshui merupakan suatu disiplin ilmu, mirip dengan tata-kota nya Planologi, atau machinery layout-nya Teknik Industri. Sebenernya yang me-musyrik-kan fengshui seharusnya juga konsisten dengan me-“musyrik”-kan para ahli tata kota, jadinya bisa-bisa Bpk Fauzi Bowo yang ahli tata kota itu jadi “musyrik”. Terus pabrik-pabrik di Karawang juga di-segel karena mengampanyekan kemusyrikan dengan ilmu layout mesin-mesin industri-nya.
    Lagian, kalo gak salah kan jumlah nabi itu ada 120-an ribu, jadi sangat mungkin sekali Cina yang memiliki peradaban yang kuno itu didatangi ribuan Nabi Allah, dan salah satu sisa ajaran para Nabi itu adalah “feng-shui”.
    Meskipun harus diakui, banyak juga “pakar2″ fengshui yang mungkin terasuki oleh berbagai “khurafat”. Hal ini sebenernya lumrah aja, karena banyak “khurafat” masuk ke bebagai bidang, termasuk planologi (khurafat : bikin Mall di mana-mana), teknik industri (khurafat : pecat ribuan buruh biar irit biaya lima puluh juta per bulan).

  4. MOSLEM GOTHE
    Nov 23, 2007

    Kalo itu adalah salah satu dari salah satu ilmu Dasar Feng Shui. Apa yang saudara lakukan adalah “Feng Shui Landscape” kita singkat “FSL”. FSL adalah salah satu cara untuk menemukan chi(energi) bumi. Kalau rumah yang dibangun diatas lokasi yang mempunyai chi bumi yang bagus, rumah dan penghuninya akan menikmati keberuntungan materi dan keberuntungan lainnya. Feng Shui ini juga dikenal dengan Feng Shui Aliran Bentuk.
    Feng Shui yang benar akan bekerja dengan baik dengan cara2 tertentu.Menerapkan feng Shui memang penuh dengan kejutan. Asal dipraktekan dengan benar. Feng Shui bekerja dengan sendirinya walau anda tidak mempercayai nya sekalipun. Karena ia sistem yang terbebas dan dibebaskan dari konsep kepercayaan.
    Nah untuk itu ada salah satu yang mendasar dalam feng shui yakni unsur air. selain tanah dan angin. Air pun dalam konsep fengshui pun ada aturan bagaimana memperlakukan air didalam bangunan atau areal bangunan dan harus disesuaikan dengan arah mata angin untuk tujuan yang ingin dicapai.
    dengan permainan dan teknik serta oplosan dari air, tanah dan angin maka Feng Shui akan bermain.

    Master juga ya?

  5. Tom Beanal
    Jun 27, 2009

    Keterangan ini sungguh membingungkan, rumah tusuk sate berbentuk bangunan, dengan segala resikonya entah kena tabrak, menerima energi terlalu kencang. Dan berikutnya ada anjuran untuk kesuksesan membuka bisnis, padahal bisnis juga berada dalam bangunan tusuk sate tersebut. Artinya dalam satu bangunan, ada dua keterangan kontradiksi, satunya rumah membawa sial, satunya bisnis membawa untung, padahal yang dibahas intinya adalah bangunan, dan bukan fungsinya. Kalau sukses untuk usaha, maka sang penjaga toko, sang buruh proletar, bisa jadi akan menganut Marxisme (hehehehe) dan melenyapkan ajaran fengshui ini, karena dia akan menjadi korban pertama akibat energi jahat atau resiko tertabrak tersebut.

    Keterangan juga kurang detail, dan jika pintu dihadapkan ke kanan atau ke kiri, maka, baliho promosi toko tetap menghadap ke arah tusuk sate, baik bawah atau kiri kanan. Untuk bisnis untung, tetapi untuk promosi berbahaya. Tinggal trade off secara kuantitatif antara keduanya.

    Konteks lain, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, ini kenyataaan geografis. Dari arah timur laut, atau timur, arus Samudera Pasifik memukul posisi Indonesia, yang terjepit antara Asia Tenggara dan Australia. Dari sisi barat, arus Samudera Hindia memukul posisi Indonesia yang terjepit di antara Asia Tenggara dan Australia juga. Tsunami Aceh akhir tahun 2004 ataupun probabilitas gempa tektonik bawah laut dari Samudera Pasifik pasti akan menumbangkan posisi tusuk sate Maluku, Papua dan seterusnya. Posisi geografis dengan demikian tusuk sate juga.

    Tidak perlu dibahas pentingnya posisi tusuk sate Indonesia ini
    dalam arus laut antara belahan bumi tropis dan sub tropis
    (http://en.wikipedia.org/wiki/Oceanic_gyre ) dalam komposisi nutrisi laut dan segala isinya.

    Ataukah pembahasan fengshui tusuk sate ini belum sampai pada posisi geografis samudera interkontinental?
    Atau belum mencapai analisa trade off secara kualitatif dalam wacana dialektiknya?

    Salam

    Tom Beanal

    Tom Beanal, leader of the Amungme Tribal Council and principal in a $6 billion suit against Freeport-McMoRan

  6. tie
    Mar 26, 2010

    semuanya bergantung yg di atas, apakh rmh yg tdk tusuk sate menjamin peghuninya bebas dari marabahaya. Cobalah bikin survey apakah org2 yg terkena bencana (baik alam, atau kecelakaan) semuanya tinggal di rmh yg tusuk sate. Sunguh dangkal pemikiran kita bila kita mempermaslahkan hal itu. Rejeki semuanya ada yg mengatur, kesehatan jg bergantung pada pola hidup kita. Perkawinan jg bergantung pd prinsip hidup msg2.byk kok perkawinan gagal pdhl mreka tdk tinggal di rmh tusuk sate.yaaa semuanya bergantung pd pada pola pikir kita untuk memaknai hidup dan tujuan hidup kita yg sesungguhnya.

  7. Joshua
    Jul 25, 2010

    Kalo menurut saya, selama pengaturan tata bentuk alam….itu adalah hikmat. Tapi syirik terjadi apabila sudah menyangkut suatu ritual, lambang-lambang kepada roh-roh tertentu….bisa di tendensikan adanya syirik.

  8. dwi
    May 22, 2011

    Secara psikologis…adalah faktor itu yang mempengaruhi..selama kita positif. Rumah tusuk sate sama saja dengan rumah lain. Berapa banyak pemilik rumah yang tidak tusuk sate keluarganya berantakan dan usahanya gagal. Jadi yakinlah semua energy itu asalnya dari kita sendiri

  9. ojik
    Oct 27, 2011

    energi positip ataupun negatif tergantung orang tesebut untuk membentuk dirinya dalam energi positip atau negati, psikologisnya lebih condong kemana mau posif atau negatip bukan dari rumah tusuk satennya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>