"Mazhab-nya Haidar Bagir"

Beberapa hari lalu saya menghadiri promosi doktor teman saya, Khalid Alwalid, yang mempertahankan disertasi “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra” di aula Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat.

Saya sangat gembira melihat keberhasilannya menghadapi rangkaian pertanyaan “menyulitkan” yang dilontarkan secara bergantian oleh enam penguji.

Salah satu penguji sekaligus pemimpin sidang promosi, Prof. DR. Azyumardi Azra pada bagian akhir acara.

“Apakah Anda penganut mazhab Syi’ah? “

Hadirin tercekam, termasuk saya yang melihat Khalid agak bingung mendapatkan pertanyaan yang “non-akademis” itu.

“Jangan salah duga,” lanjutnya menepis keraguan lelaki kelahiran kota pempek itu.

“Saya akan bangga bila UIN berhasil meluluskan seorang doktor Syiah, karena menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi antar mazhab Islam,” lanjut Direktur Sekolah Pascasarjana UIN ini yang disusul dengan gemuruh tepuk tangan.

Khalid masih terlihat gamang.

“Jadi, prmovendus, apakah Anda seorang Syiah? Mohon dijawab!” katanya menghentikan riuh rendah dalam ruangan itu.

“Eh… Saya sama dengan Pak Haidar,” jawabnya berdiplomasi seraya menunjuk DR. Haidar Bagir yang duduk di samping Prof. DR. Mulyadhi Kartanegara yang menjadi pemimpin Khalid.

Hadirin pun tergelak, lebih-lebih Bang Haidar yang tak menduga akan dijadikan tameng oleh alumus Hawzah Qom itu.

Azyumardi pun tidak menuntutnya lagi memberikan jawaban jelas.

Selamat!!! Semoga kontribusi intelektual DR. Khalid Alwalid bisa dirasakan oleh umat Islam di Indonesia, amin.

Saatnya intelektual pro persatuan Islam menunjukkan eksistensinya di bumi tercinta, Indonesia.

20 Comments

  1. vendra22
    Apr 26, 2008

    Usaha yang cerdas dari Dr. Khalid, menjadikan Haidar Baqir sebagai tameng, karena posisi Haidar bukan orang yang berhak untuk di tanya, apalagi berkewajiban untuk menjawab dalam jamuan sidang itu.. Selamat untuk Bapak Dr. Khalid Alwalid atas suksesnya mempertahankan desertasi doktoral, dan semoga akan terus berlanjut dengan karya-karya mencerahkan geliat intelektual Indonesia.

  2. bob
    Apr 26, 2008

    ha….ha…..
    cerdas…..ngelesnya…
    btw….good luck…ditunggu kiprahnya di dunia nyata

  3. Hakim
    Apr 28, 2008

    Kenapa madzab Dr. Khalid ditanyakan ? Karena Azyumardi Azra ingin lebih yakin dengan kata hatinya bahwa orang yang sedang diujinya mestinya bermadzab Syiah dan bukan madzab lain.

  4. undzurilaina
    Apr 28, 2008

    Mabruk ust. Khalid. Rasanya belum lama ketemu dulu waktu di Palembang dan Lampung, tahu2 udah jadi doktor. Mabruk.

    Tapi menurut ana cara jawab dng menggunakan bang Haidar sbg tameng, kurang cerdas dan elegant.

  5. ranrose
    Apr 29, 2008

    hehehe,,.makes me wonder jadinya, mazhab pa haidar bagir tu apa ya? :D

  6. ranrose
    Apr 29, 2008

    heheh makes me wonder jadinya, mazhab pa haidar bagir itu apa ya ? :D

  7. akrom
    May 2, 2008

    klu boleh sedikit saya nimbrung, pak Khalid dalam pemikirannya tidak bisa menyamakan dirinya dengan Pak Haidar, argumentasi saya adalah pak Haidar selalu Moderat dalam memberikan perkuliahan sedang pak Khalid condong pada Syiah.
    salahsatu cletukan teman saya dalam kuliah sejarah filsafat Islam; “wah ini mah bukan filosof muslim yang kita kaji, melainkan Filosof syiah.” reaksi yang diberikan teman saya ketika melihat silabus yang dibuat pak Khalid, dan cletukan teman saya itu diamini(di-iyakan) oleh teman saya baik itu yang bermahzab syiah maupun yang bermahzab suni.

  8. caung
    May 3, 2008

    selamat ustads,..
    bertambah lagi intelektual islam,… ditunggu disertasi jadi buku,…
    sehingga pemikirannya dapat dibagi kebanyak orang,..
    tapi buat bahasanya jadi sederhana ya,…
    biar ana gak pusing,.. hehehhehehehe

  9. moxeeb
    May 5, 2008

    seharusnya pertanyaanya d begini, saya syiah lho. ngomong2 mazhab sampeyan apa? he he…..

  10. Kholid
    May 14, 2008

    Ass. Terima kasih pd Ust. Labib yg memasukkan berita ini, semoga antum sgra promosi juga. Terima kasih jug utk para komentator, mhn do’anya smga lbh bermanfaat bg ummat.
    Saya ingin sedikit menanggapi sdr. Akrom. : 1. Ketika sdg menjawab pertanyaan tsb sy tdk menyamakan diri sy dg P.Haidar krn hal tersebut tdk mungkin, setiap org memiliki spefisikasi yg unik. Sy cm menyatakan bahwa mazhab yg sy anut = dg P.Haidar. Sy dg Ust.Labib pasti beda tp sy bs menyatakan bahwa kami sm2 alumni Qom. 2. Utk Kuliah fils. Sy sblmnya sdh menawarkan utk mmbahas sejarah pemikiran filsafat bkn tokoh, tp anda termasuk yg protes, ok. kita ganti jadi sejarah tokoh, sepanjang pengetahuan sy yg sy masukkan bukan karena mazhab syi’ahnya (Kita tdk sdg kuliah teologi) tp karena peran mereka dlm membangun aliran filsafat dan karya-karya filsafat yg dihasilkan. Ketika ada yg bertanya kenapa Iqbal tdk dimasukkan, sy justru bertanya adakah aliran filsafat & karya filsafat yg bersifat diskursif yg dihasilkan Iqbal ? Mngkn sj Iqbal digolongkan sebagai filosof tp kita sdg bicara sejarah filsafat, yg menuntut dasar peran ilmiah mereka dlm ikut serta membangun aliran filsafat.
    3. Anda tdk bisa menolak realitas bahwa pasca Ibn Rusyd filsafat hanya hidup di dunia syi’ah 4. Saya mau tanya pd anda yg cenderung moderat ? apa filosof syi’ah bukan muslim ? sehingga anda menyatakan ini bukan filosof muslim yg kita kaji tp filosof syi’ah ? 5.Ketika bicara filsafat ya mbok kita tinggalin dulu bicara syiah-sunni.

  11. okky haidarzadeh
    May 17, 2008

    sebelumnya, sukses untuk dosen saya.. Dr. Khalid.

    tapi knp harus mazhab pak haidar ya? knp bukan mazhab pak Khalid saja?
    saya rasa kapasitas beliau cukup untuk tidak menghaidarkan dirinya.
    siapapun yg mncoba menjadi avril lavigne pasti tak akan lbh baik dari avril.
    saya yakin pak khalid sudah cukup dg mnjadi pak khalid. tanpa harus melalui proses haidarisasi, pak khalid lbh otentik. khalid bgt gitu loh. seingat saya pak khalid pernah mengajarkan saya: “biasa’nya sih, orang yang suka’ menisbatkan diri’nya pada nama orang lain yg terkenal, ia mengalami ketidakpercayaan diri”

  12. letitia
    May 26, 2008

    Azyumardi Azra ini orang aneh, yang nge-fans dengan mulla sadra bukan cuma orang-2 syiah!
    saya kenal di indonesia ada orang katholik taat, ilmuwan teologi katholik, dosen di universitas katholik parahyangan bandung juga adalah fans-berat mulla sadra, sampai beliau pernah datang ke iran untuk mengikuti seminar filsafat tentang mulla sadra.
    di iran saya juga pernah antar teman-2 orang-2 kristen ortodoks dari lithuania & orang-2 katholik dari polandia untuk menapak jejak mulla-sadra, dari shiraz ke isfahan juga ke kahak (desa di qom tempat mulla sadra menyepi) … bahkan kami sampai berziyarah ke mulla sadra di Basra-Iraq melalui pos imigrasi iran-iraq di shalamcheh.

  13. waryanto
    Aug 28, 2008

    pak haidar satu diantara deretan pendiri DOMPET DHUAFA YANG SAYA KAGUM bersama p parni ,eri sudewo,zaim saidi,jamil azaini.ahmad juwaini,mudah mudahan ide dan kiprah mereka tumbuh subur diikuti oleh generasi berikutnya

  14. ahsa...
    Sep 19, 2008

    harusnya sih tegas, ga gunakan bahasa diplomasi…
    selamat untuk ustadz Dr.Khalid Al Walid

  15. sutri mulyani
    Feb 1, 2009

    ass ust. sy baru tau klu ada mazhab baru ni… kyknya sy mesti dkasi tulisannya ust deh.. mungkin sy bs pindah k mazhabnya pak haidar bagir :DD

  16. al-faqir
    Feb 12, 2009

    pindah mazhab ah….

  17. al-fakir
    Feb 16, 2010

    selamat yah ustad kami senantiasa menunggu percikan ilmu dari antum…. sholawat

  18. zenna
    Mar 26, 2010

    pada intinya umat islam tdk boleh tr pecah belah. mesti d pastikan persatuan penting dalam menjalin tali sillaturrahim. saya harap para tokoh bisa mengerti akan kejayaan islam d masa rasul dan para khalipah. islam tidak terpecah, tetapi satu tujuan umat muslim yang berada d jalan alloh swt.

  19. ABDUL
    Mar 28, 2012

    udah, yg tau gak bener mending insaf aja lah sblm terlmbt….gak usah neko2…gitu aja kok repot….

  20. Abu khomaeni
    Jul 20, 2012

    wah kog pekok gini ya…capek dg tingkah laku syi’ah akhir2 ini…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>